Obligasi Pegadaian Raih Tripel A

1040
MAKIN KUAT: PT Pegadaian, terus mengalami pertumbuhan dari sisi asset, pendapatan, laba bersih hingga omset. (IST)
MAKIN KUAT: PT Pegadaian, terus mengalami pertumbuhan dari sisi asset, pendapatan, laba bersih hingga omset. (IST)

SEMARANG – Pertumbuhan aset, pendapatan, laba bersih, nasabah, hingga omset dari PT. Pegadaian mendapatkan perhatian dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Lembaga ini menaikkan peringkat Obligasi Pegadaian dari idAA+ (double A plus) menjadi  idAAA (triple A) pada April tahun 2017 ini.

Humas Kantor Pusat Pegadaian, Basuki Tria mengatakan, peringkat tersebut berlaku sejak April 2017 sampai dengan 1 April 2018. Pemeringkatan tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta Laporan Keuangan Audit tahun 2016. “Peringkat tersebut menunjukkan status perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penting, posisi bisnis yang kuat di sektor jasa gadai, permodalan yang kuat, serta posisi likuiditas dan finansial yang sangat kuat,” katanya.

Ia menerangkan pada tahun 2016 lalu, aset yang dimiliki Pegadaian naik sebesar 19,71 persen dibandingkan tahun 2015 dengan nilai Rp 46,87 triliun, dengan pendapatan usaha yang naik 8,62 persen atau di angka Rp 9,7 triliun. “Tahun lalu, laba bersih yang didapatkan naik 14,5 persen di angka Rp 2,21 triliun dari pendapatan tahun 2015 mencapai Rp 1,93 triliun,” jelasnya.

Dari sisi nasabah pun mengalami kenaikan sebesar 16,63 persen atau di angka hampir 9 juta orang. Sementara omset dari Pegadaian tahun 2016 di angka Rp 120 triliun yang mengalami kenaikan 7,2 persen dibandingkan tahun 2015. “Namun peringkat tersebut dibatasi oleh eksposur terhadap volatilitas harga emas. Karena itu kemampuan melakukan mitigasi risiko kerugian akibat fluktuasi harga emas menjadi satu hal yang amat penting,” tambahnya. (den/smu)