Mantan AMOL BRI Divonis 5 Tahun

594
LESU: Terdakwa Kaplink Samijan (kiri) usai sidang vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESU: Terdakwa Kaplink Samijan (kiri) usai sidang vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Mantan Asisten Manajer Operasional (AMOL) BRI Cabang Pattimura dan Pandanaran Semarang, Kaplink Samijan, divonis hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (27/4). Kaplink terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil korupsi dana BRI Cabang Pattimura dan Pandanaran Semarang 2013-2016 senilai Rp 2,1 miliar. Dugaan korupsi itu terjadi atas dana di 18 rekening BRI.

Majelis hakim yang dipimpin Sulistyono SH menjelaskan, uang hasil kejahatannya itu sebagian ditampung di sejumlah rekening yang disiapkan Kaplink, dan sebagian lagi untuk usaha rental mobil. Majelis hakim tidak sependapat dengan JPU terkait penyitaan uang di sejumlah rekening terdakwa yang diblokir senilai Rp 290 juta sebagai pengembalian kerugian negara.

Menurut majelis, sejak awal penyidik tidak menyita aset, baik rekening atau uang lain di dalamnya. Majelis juga menilai uang yang diblokir tidak dapat diperhitungkan untuk besaran beban kerugian negara. ”Terlepas bagaimana dan untuk apa, terdakwa harus dibebankan Rp 2.132.236.903.65 atas kerugian negara,” ujar Sulistyono.

Dia menyatakan, Kaplink terbukti bersalah sesuai dakwaan ke-1 subsider, pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Yakni, perbuatan menguntungkan diri sendiri, dan merugikan negara dengan membobol rekening BRI. Selain itu, Kaplink terbukti dakwaan kedua primer, pasal 3 UU TPPU jo asal 64 ayat 1 KUHP, yakni melakukan perbuatan menyembunyikan uang hasil korupsi untuk usaha lain.

”Menjatuhkan pidana lima tahun penjara. Denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan, serta dibebani membayar Uang Pengganti (UP) kerugian negara Rp 2.132.239.903.65 subsider satu tahun penjara,” katanya.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyebutkan hal-hal memberatkan, tindakan terdakwa tidak mendukung program pemberantasan korupsi pemerintah, dapat mengurangi kepercayaan masyarakat ke BRI dan tidak berterus terang. ”Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama dalam persidangan,” ujarnya.

Mendengar vonis tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng, Slamet Widodo, menyatakan pikir-pikir. ”Saya masih pikir-pikir majelis,” kata Kaplink. (jks/aro/ce1)