Bikin Ijus Melon Hanya 4 Menit

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

SEMARANG – Pelaku usaha mikro di Kota Semarang kini bisa tersenyum lebar, pasalnya saat ini mereka bisa mendapatkan legalitas usahanya secara cepat, mudah, dan terbebas dari pungli (pungutan liar).

Sebuah konsep bernama Ijus Melon yang merupakan singkatan dari Ijin Usaha Mikro Melalui Online diperkenalkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi  kepada sejumlah panelis dalam rangka Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi, Rabu (26/4).

Melalui Ijus Melon, pelaku usaha mikro yang ingin mendapatkan legalitas usahanya cukup mengurusnya melalui sebuah aplikasi ponsel pintar yang dapat diunduh di website DiskopUMKM.SemarangKota.Go.Id.

Dengan sistem tersebut, hanya dibutuhkan waktu 4 Menit agar pelaku usaha mikro di Kota Semarang dapat mengambil surat legalitas usahanya di kecamatan setempat.

”Sebelumnya setiap tahun rata-rata hanya ada 772 pelaku usaha mikro yang mendapatkan izin usaha, dengan Ijus Melon saat ini dalam satu tahun ada 8.304 pelaku usaha mikro yang telah mendapatkan legalitas usaha,” terang Hendi, sapaan akrab wali kota.

Tak sampai di situ, pelaku usaha mikro yang sudah mendapatkan izin usaha akan langsung terdaftar dalam database Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Pelaku usaha mikro yang terdata tersebut selanjutnya akan diberi berbagai fasilitas dukungan usaha oleh Pemerintah Kota Semarang, seperti pinjaman tanpa agunan, pelatihan usaha, hingga kesempatan mengikuti pameran di berbagai tempat.

Benar saja dalam data statistik milik Pemkot Semarang, perkembangan volume usaha pelaku UMKM di Kota Atlas cenderung stagnan dan di 2016 setelah berjalan Ijus Melon, ada sebuah lompatan volume usaha yang signifikan.

”Tahun 2012 besar volume usaha UMKM di Kota Semarang hanya 314 miliar, sampai di 2015 hanya naik sedikit menjadi 379 miliar, namun setelah kami jalankan sistem ini, pada tahun 2016 volume usaha langsung meningkat tajam menjadi 726 miliar,” jelas pria yang pernah dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik dalam ajang internasional Socrates Award di Italia ini.

”Seharusnya namanya bukan Ijus Melon, tetapi Ijus Melon Plus, karena fasilitas yang didapat setelah mengurus izin usaha itu tidak kalah menarik,” tutur Wawan, salah satu panelis Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Universitas Brawijaya. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -