33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Bikin Ijus Melon Hanya 4 Menit

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Pelaku usaha mikro di Kota Semarang kini bisa tersenyum lebar, pasalnya saat ini mereka bisa mendapatkan legalitas usahanya secara cepat, mudah, dan terbebas dari pungli (pungutan liar).

Sebuah konsep bernama Ijus Melon yang merupakan singkatan dari Ijin Usaha Mikro Melalui Online diperkenalkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi  kepada sejumlah panelis dalam rangka Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi, Rabu (26/4).

Melalui Ijus Melon, pelaku usaha mikro yang ingin mendapatkan legalitas usahanya cukup mengurusnya melalui sebuah aplikasi ponsel pintar yang dapat diunduh di website DiskopUMKM.SemarangKota.Go.Id.

Dengan sistem tersebut, hanya dibutuhkan waktu 4 Menit agar pelaku usaha mikro di Kota Semarang dapat mengambil surat legalitas usahanya di kecamatan setempat.

”Sebelumnya setiap tahun rata-rata hanya ada 772 pelaku usaha mikro yang mendapatkan izin usaha, dengan Ijus Melon saat ini dalam satu tahun ada 8.304 pelaku usaha mikro yang telah mendapatkan legalitas usaha,” terang Hendi, sapaan akrab wali kota.

Tak sampai di situ, pelaku usaha mikro yang sudah mendapatkan izin usaha akan langsung terdaftar dalam database Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Pelaku usaha mikro yang terdata tersebut selanjutnya akan diberi berbagai fasilitas dukungan usaha oleh Pemerintah Kota Semarang, seperti pinjaman tanpa agunan, pelatihan usaha, hingga kesempatan mengikuti pameran di berbagai tempat.

Benar saja dalam data statistik milik Pemkot Semarang, perkembangan volume usaha pelaku UMKM di Kota Atlas cenderung stagnan dan di 2016 setelah berjalan Ijus Melon, ada sebuah lompatan volume usaha yang signifikan.

”Tahun 2012 besar volume usaha UMKM di Kota Semarang hanya 314 miliar, sampai di 2015 hanya naik sedikit menjadi 379 miliar, namun setelah kami jalankan sistem ini, pada tahun 2016 volume usaha langsung meningkat tajam menjadi 726 miliar,” jelas pria yang pernah dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik dalam ajang internasional Socrates Award di Italia ini.

”Seharusnya namanya bukan Ijus Melon, tetapi Ijus Melon Plus, karena fasilitas yang didapat setelah mengurus izin usaha itu tidak kalah menarik,” tutur Wawan, salah satu panelis Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Universitas Brawijaya. (amu/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perkawinan Islam – Kristen

Pertanyaan : Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh Bapak Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang dimuliakan oleh Allah SWT. Seorang lelaki beragama...

Rekam Perjalanan dan Promosikan Wisata Pengunungan

Bukan hanya menikmati perjalanan. Anggota Komunitas Abal-Abal Pecinta Alam (Apala)ini juga mempromosikan wisata pengunungan, melalui rekam video dan foto-foto perjalanan pendakian. Seperti apa? JOKO SUSANTO KOMUNITAS Apala...

Balita Terjun dari Lantai 3 Rusunawa

SEMARANG - Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kaligawe kembali menelan korban jiwa. Kali ini, Wandafa Albiansyah, bocah berusia 3 tahun tewas terjatuh dari lantai 3...

Bupati Tak Perpanjang Rita

WONOSOBO–Bupati Eko Purnomo menegaskan, Pemkab tidak akan memperpanjang kontrak Rita Pasaraya di kompleks Pasar Plaza. Penegasan itu disampaikan saat menemui puluhan pedagang Pasar Induk...

Modal dari Tabungan, Omzet Rp 1 Juta per Hari

Saat ini, Ricky Sanjaya dan Kevin Dendy tengah menimba ilmu di Jakarta. Namun sejak awal tahun ini, ia membuka bisnis kuliner bola ubi kopong...

Ganjar Heran, Ada Pejabat Terkena OTT KPK

BATANG-Gubernur Jateng, Ganjar Pronowo mengaku heran dengan adanya beberapa kepala daerah yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK. Padahal, dirinya mengaku tidak pernah...