Amankan May Day tanpa Senjata Api

538

SEMARANG Sebanyak 864 personel gabungan Polrestabes Semarang dan Polda Jateng disiapkan untuk pengamanan aksi May Day atau Hari Buruh pada Senin (1/5) mendatang. Ratusan personel pengamanan tersebut tanpa dibekali senjata api.

”Sebanyak 865 personel itu terdiri atas anggota Polrestabes Semarang 615 orang, Satuan Brimob Polda Jateng 150 orang, dan Satuan Dalmas Polda Jateng 100 orang,” jelas Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (27/4).

Suwarna menjelaskan, para personel akan melakukan pendampingan dan pengamanan saat berlangsungnya aksi buruh di jalan. Selain itu, mereka juga bertugas menjaga objek-objek vital dan titik-titik rawan di wilayah hukum Polrestabes Semarang

”Ada beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan, yakni depan gubernuran Jalan Pahlawan, dan Stadion Tri Lomba Juang,” katanya.

Suwarna sendiri belum mengetahui pasti jumlah buruh yang akan turun ke jalan untuk mengikuti aksi May Day. Namun, diakui, para buruh yang akan turun ke jalan sudah ada yang melayangkan surat pemberitahuan kegiatan ke Polrestabes Semarang dan polsek jajarannya.

”Sudah ada yang menyampaikan surat. Ada yang ke Polrestabes, ada juga yang ke Polsek. Kalau jumlahnya ya ribuan. Di Tri Lomba Juang saja dilaporkan sekitar 10 ribu orang,” terangnya.

Suwarna menjelaskan, setidaknya terdapat 12 titik kumpul yang akan dilewati buruh menuju pusat demo. Di antaranya, titik Kantor Pos Johar Jalan Pemuda, pangkalan truk Genuk, Kawasan Industri Wijaya Kusuma Tugu, Jamu Jago Banyumanik, Apparel Penggaron, ujung tol Gayamsari, ujung tol Krapyak, ujung tol Sukun, bundaran Kalibanteng, dan tol Jatingaleh.

”Nantinya setiap jajaran Polsek akan siaga mengawal buruh yang melintas wilayahnya. Jadi, tidak hanya Polrestabes dan Polda Jateng saja. Jajaran Polsek setempat juga harus siaga menjaga wilayahnya yang dilintasi buruh. Setiap Polsek harus mengawal hingga selesai,” ujarnya.

Suwarna menegaskan, dalam pengamanan tersebut para personel yang ditugaskan di lapangan juga diminta untuk bisa profesional dalam menjalankan tugas masing-masing. Sebab, nantinya para personel yang ditugaskan tanpa dibekali senjata api.

”Tidak dibekali senjata api, karena ini aksi damai. Para buruh juga menyatakan nantinya melakukan aksi May Day secara damai,” katanya.

Meski demikian, Suwarna menegaskan apabila peserta demo melakukan pelanggaran dan melakukan aksi secara anarkistis, maka akan diambil tindakan tegas. Sehingga diharapakan kepada pimpinan kelompok aksi untuk bisa berkoordinasi dan menjaga kelancaran aksi dalam demo.

”Polisi sudah berkoordinasi dengan serikat buruh yang ada di Semarang. Jadi, kami tidak segan bertindak tegas kepada buruh yang berunjuk rasa, tetapi melakukan aksi anarkistis dan mengganggu warga umum lainnya,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova menambahkan personel yang diturunkan akan melakukan pengamanan hingga acara berakhir. Diharapakan, nantinya aksi tersebut berjalan lancar dan tanpa adanya tindakan anarkistis yang menimbulkan kerugian.

”Kita sudah melakukan persiapan pengamanan dengan mengadakan kegiatan rutin yang kita tingkatkan. Tentunya kita siagakan kekuatan secukupnya. Kami harap aksi nanti berjalan dengan tertib dan damai,” harapnya. (mha/aro/ce1)