33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Akmil Perlu Kembangkan Manajemen Mutu Terpadu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Akademi Militer (Akmil) sebagai salah satu instansi kependidikan di bidang militer, saat ini dituntut untuk berkembang agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman. Hal ini coba diangkat oleh Kapenhumas Akmil, Letkol Inf Asep Kusman, melalui penelitian sebagai syarat promosi doktor di Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Asep menerangkan, ia tertarik melakukan penelitian di tubuh Akmil lantaran instansi pendidikan tersebut menerapkan dua kompetensi sekaligus untuk siswanya, yakni kompetensi militer dan kompetensi akademis. ”Kalau dari sisi kompetensi militer tentu tidak ada masalah, namun kalau dari sisi akademis harus ada pengembangan yang lebih baik lagi, contoh simpelnya adalah masalah akreditasi,” katanya usai sidang promosi doktor di Gedung Pascasarjana UNNES, kemarin.

Menurutnya dari segi kompetensi akademis, perlu ada berbagai macam perbaikan dan pengembangan guna menjamin mutu lulusan Akmil, salah satunya dengan menggeber mutu penelitian, pengabdian masyarakat dan pengembangan manajemen mutu terpadu. ”Tahun lalu coba dikembangkan, saat ini terus dipertahankan di bidang manajemen mutu terpadu,” bebernya.

Menurut penelitian yang ia lakukan, kompetensi di sisi akademis di tubuh Akmil sendiri bisa berjalan dengan baik jika empat variabel yakni  kualitas layanan, layanan organisasi, kepemimpinan yang baik, manajemen terpadu, sama-sama berjalan dengan baik dan benar. ”Saat ini Akmil mulai mengembangkan tentang lembaga penjaminan mutu, program studi hingga pengabdian masyarakat. Namun belum begitu maksimal, jadi rencananya akan terus dimaksimalkan,” tandasnya.

Dengan penelitian dan gelar doktor, Asep berharap hasil penelitian yang ia lakukan minimal bisa menjadi acuan dan diaplikasikan oleh Akmil. Salah satunya dengan menggeber akreditasi, serta manajemen mutu terpadu itu sendiri. ”Tapi sebelumnya juga harus diperhatikan terkait sumber daya manusia atau pengajar, sarana dan prasana, anggaran pengembangan pendidikan hingga program studi minimal harus ditingkatkan,” tutupnya. (den/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pakai Nama Kecamatan di Demak, Dadu Beraksara Jawa

RADARSEMARANG.COM - Pelajaran matematika kerap menjadi momok menakutkan bagi siswa. Namun guru SMA Negeri 1 Mranggen Demak, Fathul Iman, berinovasi pembelajaran matematika menyenangkan dengan...

Johar Digelontor Rp 100 M

SEMARANG – Setelah sempat buntu akibat terkendala dana, pembangunan Pasar Johar bakal segera dimulai. Ini setelah Pemkot Semarang mendapat suntikan dana dari pemerintah pusat...

Lailatul Qadar dan Tanggungjawab Kebangsaan

PUASA dikenal sebagai ibadah yang sangat personal, tidak ada orang lain mengetahui hakekat dan kualitasnya kecuali Allah. Apalagi jika dilihat dari aspek moral sebagai...

Tujuh Siswa SMA Taruna Nusantara Raih Penghargaan

MAGELANG–Sebanyak tujuh siswa SMA Taruna Nusantara Angkatan XXV berhasil meraih penghargaan selama menempuh program pendidikan angkatan XXV Tahun Akademik 2014-2017. Penghargaan tersebut diberikan saat...

Mapolsek Terendam, Tetap Bagi Parsel

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Meski dalam suasana rob selama berhari-hari, anggota Polsek Pekalongan Utara yang dipimpin Kapolsek Kompol Agus Riyanto membagikan parsel kepada 70 tukang becak,  Minggu...

Tingkatkan Keterampilan Menyimak dengan Daring

RADARSEMARANG.COM - MATA Pelajaran Bahasa Inggris termasuk kelompok Muatan Nasional. Yang berarti mata pelajaran tersebut menjadi perhatian Pemerintah Pusat, dan berlaku untuk seluruh daerah...