Gembong Curanmor Ditembak

947
RESIDIVIS: Tersangka tindak kejahatan curanmor menunjukkan barang bukti dalam gelar perkara di Mapolres Salatiga, Rabu (26/4). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARAG)
RESIDIVIS: Tersangka tindak kejahatan curanmor menunjukkan barang bukti dalam gelar perkara di Mapolres Salatiga, Rabu (26/4). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARAG)

SALATIGA – Jajaran Reskim Polres Salatiga berhasil meringkus dua gembong pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang sudah beroperasi belasan kali. Satu pelaku di antaranya terpaksa ditembak kakinya karena hendak melarikan diri saat akan ditangkap. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda, Minggu (23/4).

Kedua pelaku yaitu Enggar Winarko, 23, warga kampung Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Semarang dan rekannya Puji Fitriyanto, 24, warga kampung Dukuh, Kelurahan Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Dari kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa 15 sepeda motor curian dari berbagai jenis, satu buah kunci palsu dan satu buah kunci T yang dipakai untuk membandrek motor curian. Barang bukti sebanyak itu dari sejumlah TKP di Salatiga dan Kabupaten Semarang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun  dalam gelar perkara di Mapolres Salatiga, penangkapan bermula pada Jumat (14/4) lalu. Sebuah sepeda motor Honda Beat H 5671 EK milik Rhema Yesika Utomo, 23, hilang saat diparkir di halaman Gereja Baptis Indonesia Jemaat Hidup di Jalan Tentara Pelajar.

Korban kemudian melapor  ke Polres Salatiga dan petugas melakukan olah TKP serta penyelidikan intensif dengan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan dan bukti mengarah kepada Enggar Winarko, residivis kasus curanmor. Hingga pada Minggu (23/4) petugas reskirm berhasil meringkus Enggar di Semarang.

Dari hasil pengembangan penyidikan, Enggar mengaku tidaksendirian, melainkan bersama rekannya yaitu Puji Fitriyanto. Petugaskemudian melacak keberadaan Puji yang menurut informasi saat ituberada di daerah Getasan. Saat hendak ditangkap, Puji nekat kabur.

Petugas pun melepaskan tembakan peringatan dan tidak digubris. Petugas akhirnya melepaskan timah panas yang mengenai kaki kiri residivis kasus curanmor itu. Dari hasil pengembangan penyidikan terhadap kedua tersangka, petugas berhasil menyita 15 sepeda motor dari sejumlah orang, yang rata-rata petani.

Menurut pengakuan Enggar, ia hanya butuh waktu dua detik untuk mengeksekusi motor curian dengan menggunakan kunci T. Ia mengaku, menjual motor curian antara Rp 1,5 juta hingga Rp 1,8 juta. ”Saya menjualnya via online dan cepat laku,” ujar dia.

Sementara menurut pengakuan Puji, hanya sekali beraksi dengan Enggar ketika mencuri motor di halaman parkiran Gereja Baptis. ”Yang lain  beda partner. Saya biasanya mencari sasaran sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan. Saya mencari sasaran motor Yamaha Vega, karena kuncinya mudah dirusak,” jelasnya.

Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto mengatakan, kedua tersangka merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor. Dari hasil pengembangan penyidikan, kedua pelaku sudah mencuri di 19 lokasi. Dengan perincian 10 TKP (tempat kejadian perkara) di Salatiga, 7 TKP di Kabupaten Semarang dan 2 TKP di Semarang. “Kedua tersangka merupakan residivis yang sering keluar masuk LP (Lembaga Pemasyarakatan),” katanya. (sas/ton)