WASPADAI DM: Dokter Nur Anna Chalimah Sa’dyah (kiri) saat menjadi narasumber seminar tentang diabetes, kemarin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WASPADAI DM: Dokter Nur Anna Chalimah Sa’dyah (kiri) saat menjadi narasumber seminar tentang diabetes, kemarin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit berbahaya yang sering tidak dihiraukan oleh sebagian masyarakat. Padahal penyakit yang bisa diderita seumur hidup ini sekarang menjadi penyakit paling diwaspadai di dunia kesehatan.

ABDUL MUGHIS

PENDERITA diabetes yang tidak segera mendapatkan penanganan rentan menimbulkan penyakit komplikasi, seperti jantung, ginjal, kulit, mata, hingga stroke mematikan. Berdasarkan tingkat prevalensi, penyakit diabetes ini telah menempati peringkat ketiga.

”Penderita diabetes menduduki urutan ketiga yang memeriksakan diri ke rumah sakit di Semarang,” kata dr Nur Anna Chalimah Sa’dyah saat menjadi narasumber seminar ’Mencegah Komplikasi Diabetes dengan Pola Makan’ di RSI Sultan Agung Semarang, kemarin (25/4).

Ia mengakui, jumlah penderita diabetes meningkat tajam. Bahkan, Indonesia menempati peringkat kelima dunia untuk penderita diabetes. Hal yang memprihatinkan, sejauh ini masih banyak yang tidak memeriksakan diri karena tidak sadar bahwa penyakit diabetes itu merupakan penyakit berbahaya. ”Usia yang rentan terkena diabetes 40 tahun ke atas, tapi juga memungkinkan bagi usia muda,” ujar dokter RSI Sultan Agung ini.

Karena itu, lanjut dia, tenaga kesehatan perlu melakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Terlebih penderita diabetes ini, baik yang diklaim asuransi maupun tidak, menghabiskan biaya tidak sedikit. Bahkan telah banyak menyerang usia produktif.

”Karenanya, perlu upaya pencegahan supaya masyarakat tidak terkena diabetes. Bagi penderita diabetes supaya tidak terjadi komplikasi. Termasuk bagi yang sudah terjadi komplikasi supaya tidak timbul kecacatan ataupun timbul kematian. Komplikasi diabetes bisa ke jantung, ginjal, kulit, mata, stroke dan lain-lain. Tentu, itu biayanya juga sangat besar,” katanya.

Dijelaskannya, diabetes dikenal sebagai penyakit ’dasamuka’, karena memiliki keluhan yang sangat banyak. Tapi keluhan yang khas adalah banyak minum dan mudah haus, mudah lapar, banyak kencing, serta penurunan berat badan secara drastis. Untuk gula darah dikatakan penderita diabetes itu banyak kencing, mudah haus, mudah lapar, kemudian dia cepat kurus. Gejala yang tidak khas di antaranya luka sulit sembuh, penglihatan kabur, dan kesemutan.

”Tapi juga bisa juga ada keluhan lain, seperti kesemutan, luka sulit sembuh, penglihatan kabur, impotensi, keputihan, cepat capek dan lain sebagainya,” bebernya.

Dikatakan, upaya pencegahannya sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun perlu upaya menyadarkan masyarakat supaya gemar berolahraga, mengonsumsi makanan yang sesuai, kemudian berkonsultasi kepada dokter.

Nur Anna menjelaskan, untuk menghindari penyakit ini, perlunya menormalkan berat badan, rutin berolahraga, kebiasaan hidup sehat, dan mengecek gula darah secara rutin. ”Seseorang dikatakan diabetes kalau gula darahnya tinggi, kalau dicek di atas 200, atau kalau sedang puasa di atas 126. Itu perlu dilakukan antisipasi,” katanya.

Diabetes merupakan penyakit seumur hidup, lanjut dia, karena itu perlu dilakukan kontrol secara terus-menerus atau rutin. Termasuk meminum obat secara teratur. Selain itu juga perlu konsultasi dokter secara teratur agar jangan sampai menimbulkan komplikasi yang serius.

”Ternyata penderita gagal ginjal itu terbanyak penyebabnya adalah diabetes yang tidak terkontrol. Jika parah, akan mengalami ketergantungan cuci darah, kan kasihan. Tidak hanya itu, diabetes yang tidak terkontrol juga bisa mengakibatkan komplikasi penyakit jantung koroner hingga stoke. Ini perlu diwaspadai,” tegasnya.

Secara bijak, lanjutnya, orang awam harus mengetahui cara diet secara benar. Bukan masalah pantangan, tapi pembatasan makan. Tentunya dengan memilih makanan yang sesuai. Sebelumnya, bisa konsultasi ke dokter dan ahli gizi terlebih dulu untuk menentukan jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes.

Makanan untuk penderita diabetes yang harus diatur adalah 3J: jumlah, jadwal dan jenis. Maka dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung sayur-sayuran dan buah-buahan. Bukan karbohidratnya. Penyebab diabetes selama ini dianggap sebagai gula saja. Padahal sebenarnya tidak hanya gula, tapi juga karbohidrat. ”Jadi, perlu pembatasan karbohidrat, dengan pemilihan jenis makanan secara benar. Misalnya, memilih nasi yang mengandung serat maupun gandum berserat tinggi,” katanya.

Zabidah, 60, mengaku selama ini awam soal identifikasi penyakit diabetes. Dia mengaku bukan penderita diabetes. ”Saya baru butuh seluk-beluk penanganan diabetes setelah suami saya terkena penyakit ini. Pengetahuan seperti ini sangat penting untuk diketahui masyarakat, biar paham. Apalagi suami saya penderita diabetes,” ujarnya. (*/aro/ce1)