SIDAK : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Fauzi, saat mengecek proyek tol, underpass di Desa Masin, Warungasem, Batang yang ukurannya terlalu sempit. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SIDAK : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Fauzi, saat mengecek proyek tol, underpass di Desa Masin, Warungasem, Batang yang ukurannya terlalu sempit. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Pembuatan underpass di jalur tol Pemalang-Batang di Desa Masin, Warungasem Batang yang terbilang sempit diproses DPRD Kabupaten Batang, yang diwakili Wakil Ketua DPRD Batang, Fauzi. Bersama awak media, anggota dewan dari Fraksi PKB tersebut, mendatangi langsung lokasi proyek, Selasa (25/4).

Setelah dilakukan pengecekan ternyata ukuran lebar underpass hanya 8 meter. Padahal menurut Fauzi, ke depan ada rencana dari pemerintah untuk melakukan pelebaran jalan Warungasem hingga Wonotunggal, termasuk jalan tersebut, pada 2018 mendatang. Yang mana akan diperlebar hingga 12 meter.

“Kalau tingginya sudah standar, 5 meter. Namun lebarnya yang kurang tepat. Untuk itu, kami datang kesini untuk, mencari informasi terkait pembangunan underpass sebelumnya,” jelas Fauzi saat ditemui di lokasi.

Dengan kondisi lalulintas di jalur tersebut yang cukup padat, menurut Fauzi akan membuat arus ke depannya akan sangat sulit. Karena berupa terowongan, kalau ada dua kendaraan besar saling lewat pasti akan terjadi kemacetan. Terlebih ke depannya jalur Masin akan sibuk seiring dengan pertumbuhan ekonominya.

Untuk itu, dengan informasi yang didapat di lapangan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait terutama Bina Marga, serta pemilik proyek tol yaitu Waskita atau PBTR (Pemalang Batang Tol Road). Tujuannya agar dicarikan solusi terbaik terkait jalur tersebut.

Dikonfirmasi di lokasi, Kasie Teknis Waskita, Anas mengatakan pihaknya dalam hal ini hanya sebagai tim teknis saja, terima gambar dan kerjakan saja. “Permalasahan ini, lebih tepatnya bisa dibicarakan dengan pemilik proyek tol, Waskita dan PBTR, karena kami hanya pelaksana teknis saja,” ujarnya.

Dijelaskan pula, sepengetahuan pihaknya, pembuatan underpass tersebut sudah sesuai spek yang disetujui berbagi pihak. Dari proses survey lokasi, hingga pengajuan spek jalan ke pemilik proyek. Terutama dengan pemerintah, melalui dinas  terkait. Jika tidak tepat, perlu mendudukkan para stakeholder untuk mencari solusi yang tepat akan kasus tersebut. (han/ric)