Pasang Barcode di Dokumen Kontrak

Mudahkan Cari Data Proyek Dinas PUPKP

2284
TEROBOSAN BARU: Sekretaris Dinas PUPKP Hendra Sumaryana menyosialisasikan inovasi proper Sinergitas Barcode Data Kontrak dan SIP PAGI untuk Percepatan Anggaran di Dinas PUPKP Kabupaten Temanggung. (IST)
TEROBOSAN BARU: Sekretaris Dinas PUPKP Hendra Sumaryana menyosialisasikan inovasi proper Sinergitas Barcode Data Kontrak dan SIP PAGI untuk Percepatan Anggaran di Dinas PUPKP Kabupaten Temanggung. (IST)

TEMANGGUNG – Untuk memudahkan dan mempercepat akses pencarian data, dipasang barcode pada sampul dokumen kontrak proyek-proyek pembangunan pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Temanggung.

Menurut Sekretaris Dinas PUPKP Temanggung, Hendra Sumaryana MT, dengan adanya barcode (kode batang), ketika mencari data proyek, tidak perlu membuka secara manual lembar demi lembar berkas dokumen kontraknya. Namun, cukup membaca barcode di sampul dokumen kontrak itu dengan ponsel pintar, lalu akan muncul datanya.

“Kurang lebih 10 detik setelah lensa kamera belakang ponsel pintar diarahkan ke barcode di sampul dokumen kontrak, di layar ponsel akan muncul data proyek dimaksud,” ujarnya ketika menyosialisasikan inovasi proyek perubahan (proper) “Sinergitas Barcode Data Kontrak dan SIP PAGI (Sistem Informasi Percepatan Pelaksanaan Kegiatan) untuk Percepatan Anggaran di Dinas PUPKP Kabupaten Temanggung”.

Barcode atau kode batang merupakan kumpulan data optik yang dapat dibaca mesin. Dengan memakai aplikasi barcode atau QR dari ponsel pintar berbasis android, barcode itu dapat dibaca atau dibuka untuk memunculkan data yang ada di dalamnya.

“Proper mengenai barcode ini dibuat untuk memenuhi tugas dalam diklatpim (pendidikan dan pelatihan kepemimpinan) yang tengah kami ikuti, dan telah diterapkan dalam proyek-proyek di Dinas PUPKP,”paparnya.

Data proyek itu, antara lain, nama pekerjaan, nama penyedia jasa, nama pejabat pembuat komitmen, nilai pagu, nomor dan nilai kontrak, nomor rekening bank. Kemudian, NPWP penyedia jasa, tanggal mulai kontrak dan penyerahan pertama proyek, serta jatuh tempo paling lambat penyerahan pertama proyek.

Dengan membuka ikon SIP PAGI di bagian layar data itu, akan didapatkan sejumlah data lain dari proyek tersebut. Yakni proyek itu sudah dilelang atau belum, kemudian data kemajuan pekerjaan dari proyek, yang ditunjukkan melalui warna indikator.

“Warna biru muda untuk pekerjaan yang tepat waktu, kuning untuk pekerjaan terlambat kurang dari 5 persen, merah untuk yang terlambat lebih dari 5 persen. Merah muda untuk pekerjaan selesai namun belum menarik pembayaran lebih dari sebulan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan mudahnya mengakses data kemajuan proyek, jika ternyata lambat atau tidak sesuai target, pihaknya dapat segera meminta pelaksana memperbaiki kinerjanya. Sehingga, pekerjaan dan penyerapan anggaran bisa lebih cepat atau sesuai target.

Dikatakan, selama ini banyak proyek yang hingga November baru menyerap 60 persen anggaran, dan sisanya baru terealisasi sebulan terakhir. Diharapkan dengan sistem barcode menjadi terobosan memecahkan masalah tersebut. (*/sct/lis)