Indonesia Kebanjiran Merek Asing

3178
INOVATIF: Konsumen elektronik di Global Elektronik, kini lebih kritis dalam memilih produk yang akan dibeli. (Tri Sutristyaningsih/Jawa Pos Radar Semarang)
INOVATIF: Konsumen elektronik di Global Elektronik, kini lebih kritis dalam memilih produk yang akan dibeli. (Tri Sutristyaningsih/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Industi elektronik dalam upaya menguasai pasar Indonesia terus melakukan inovasi teknologi. Ini dilakukan karena Indonesia memiliki pasar yang sangat potensial.

Hasilnya banyak merek-merek asing masuk ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berbagai merek elektronik dari  Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok melakukan inovasi dan yang memiliki keunggulan fitur dan spesifikasi akan memenangkan persaingan, terlebih dengan harga yang lebih terjangkau.

Presiden Director PT. Tiga Berlian Electric, Jino Sugianto, didampingi Managing Director Superstore Global Elektronik Semarang, Gouw Andy Siswanto, kemarin mengungkapkan dua merek baru kini hadir yakni Dast dan Ikeda. Menurut   Jino, merek Dast dengan tagline-nya Smart, Beautiful, Energy Saving turut mengambil bagian di pameran tematik HomeTech 2017, yang digelar Global Elektronik untuk ke-33. “Kami menampilkan produk AC, air cooler, mesin cuci, lemari es, showcase dan chest freezer. Selain itu, merek Ikeda Japan meluncurkan produk chest freezer dan showcase,” ungkap Jino

Menurutnya, pasar elektronik tahun ini cukup bagus. Apalagi Indonesia merupakan pasar potensial, sehingga banyak produk elektronik yang akan masuk. Selain itu pabrikan juga menawarkan berbagai teknologi, seperti hemat listrik, air dan lainnya.

Selain elektronik, smartphone kini juga hadir dengan harga yang lebuih terjangkau. Akibat tingginya kebutuhan masyarakat akan ponsel pintar (smartphone) dan perangkat elektronik, menjadikan smartphone dan perangkat elektronik bukan hanya sebagai sekadar alat komunikasi dan gaya hidup (lifestyle), melainkan telah merambah segala sektor, mulai dari pencari alat transportasi online dan logistik hingga menjadi one stop entertaiment. (tya/smu)