Dijerat dengan Pasal Pembunuhan Berencana

Sidang Pembunuhan SMA TN Digelar Maraton

833
DIJAGA: Susasana persidangan AMR di PN Kabupaten Magelang, kemarin. Selama sidang, penjagaan ketat diberlakukan oleh aparat. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
DIJAGA: Susasana persidangan AMR di PN Kabupaten Magelang, kemarin. Selama sidang, penjagaan ketat diberlakukan oleh aparat. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID—Sidang kasus pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara Kresna Wahyu Nurohmad, dengan terdakwa AMR, 16, mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Magelang, kemarin (25/4). Sidang dilaksanakan secara maraton, untuk memenuhi hak-hak terdakwa yang masih berstatus anak.

Terdakwa tiba di PN sekitar pukul 09.30, menggunakan mobil plat hitam dengan pengawalan pihak kepolisian dari Polres Magelang. Sidang digelar secara tertutup di ruang sidang khusus anak.

Proses sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Aris Gunawan SH dan dua hakim anggota: Melia Christina SH dan David Darmawan SH. Terdakwa AMR, didampingi penasihat hukumnya, Agus JS, dan juga keluarga.

Hadir juga Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Titik Heriyati. Ia mendampingi terdakwa yang masih di bawah umur. Tampak juga petugas dari Balai Pemasyarakatan, turut mengawal kasus tersebut.

Humas Pengadilan Negeri Kabupaten Magelang, Eko Supriyanto menuturkan, proses sidang digelar secara maraton. Agenda sidang kali ini membacakan dakwaan, pembelaan, juga menedengarkan keterangan saksi-saksi. “Hari ini ada enam orang saksi yang diperiksa majelis hakim. Yakni, tiga orang dari pamong dan anggota Identifikasi Polres Magelang,” katanya.

Eko menambahkan, persidangan kasus ini sengaja digelar maraton, mengingat kasus ini menonjol dan terdakwa masih berstatus anak. “Proses peradilan anak masa penahanan selama 25 hari, sehingga untuk proses persidangan dilakukan secara maraton hingga putusan sidang dinyatakan selesai selama masa penahanan.”

Dalam persidangan, jaksa mendakwa pelaku pembunuhan dengan pasal 80 ayat (3) juncto pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Serta, pasal 340 sub pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukuman yang akan diterima tersangka sesuai UU Nomor 35 adalah penjara maksimal 15 tahun. “Ancaman kalau anak bisa separo dari dewasa.”

Pengacara terdakwa, Agus JS, mengatakan, pihaknya tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa. Namun, dia menyatakan hal itu tidak menjadi pembenaran jika pihaknya menerima dakwaan jaksa penuntut umum.

Seperti diketahui, Seperti diketahui, Kresna Wahyu Nurachmad, 15, siswa kelas 10 SMA Taruna Nusantara asal Kota Bandung, Jawa Barat, dibunuh teman satu baraknya, AMR, 16. Pembunuhan dilakukan saat korban tidur pulas pada Jumat (31/3/2017) pukul 03.30 di kamar 2B graha 17. Pelaku nekat membunuh, lantaran sakit hati karena korban mengetahui perbuatannya mencuri barang dan uang milik teman-temannya. Sidang akan kembali digelar hari ini (25/4) dengan agenda pemeriksaan saksi dari rekan-rekan korban dan pelaku satu barak. (vie/isk)