Buat Alat Pelacak, Menangkan GO-HACKATHON

2736
ANAK MUDA KREATIF: Manajemen GO-JEK menyerahkan hadiah kepada salah satu pemenang GO-HACKATHON di Jakarta, Selasa (24/4). (IST)
ANAK MUDA KREATIF: Manajemen GO-JEK menyerahkan hadiah kepada salah satu pemenang GO-HACKATHON di Jakarta, Selasa (24/4). (IST)

SEMARANG – GO-JEK, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi, Selasa (24/4) kemarin menyerahkan hadiah kepada tiga tim pemenang kompetisi GO-HACKATHON yang berhasil menciptakan karya teknologi berbasis open source untuk solusi permasalahan sehari-hari. Tiga tim tersebut berhasil mengalahkan 36 tim lainnya yang masuk babak final pada 25-26 Maret lalu.

Kompetisi GO-HACKATHON yang diselenggarakan pada bulan Februari hingga Maret lalu yang diikuti 415 tim dari seluruh Indonesia, yang merupakan kompetisi hacking marathon yang pertama kali diadakan GO-JEK dan bertema #KaryaTanpaBatas.

Juara pertama GO-HACKATHON diraih oleh tim SAILLY dari Bandung, yang beranggotakan tiga orang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka memenangkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp 120 juta. Tim SAILLY mengembangkan layanan pelacak yang disebut GO-TRACK, yang dapat membantu penggunanya untuk menemukan barang-barang yang hilang di jalan. Sistem tracking ini punya kelebihan yaitu memanfaatkan sistem Bluetooth sehingga tidak perlu internet, biaya yang murah dan daya baterai yang bisa mencapai satu tahun.

Posisi kedua diraih tim SSX_Ceria, yang terinspirasi membuat karya teknologi dari logo GO-JEK. Tim SSX_Ceria mengembangkan Caprica, helm pintar yang mengintegrasikan proteksi, data gathering, dan kenyamanan pengguna. Helm pintar ini punya tiga fitur unggulan yaitu SOS Alert yang berfungsi mengirimkan sinyal bahaya kepada ambulans terdekat bila pengguna mengalami kecelakaan. Bluetooth Speaker yang bisa menghubungkan mitra driver dengan pengguna GO-JEK bila ada panggilan, terakhir Speed Warning yang menghubungkan helm dengan akselerator kendaraan melalui GPS smartphone. Anggota tim ini masing-masing memenangkan Macbook Pro.

“Melalui GO-HACKATON, kami semakin yakin bahwa anak-anak muda Indonesia adalah generasi yang penuh inovasi dan bisa melahirkan solusi atas masalah-masalah sosial masyarakat,” kata Monica Oudang HR Director GO-JEK Indonesia.

Monica juga mengatakan bahwa lima karya teknologi terbaik di GO-HACKATHON bisa diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum di https://github.com/GO-HACKATHON. “Melalui karya teknologi yang berbasis open source dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, kami percaya karya teknologi terbaik GO-HACKATHON akan punya dampak positif yang lebih luas untuk masyarakat Indonesia,” kata Monica. (*/smu)