GURU BESAR : Rektor Udinus Prof Edi Noersasongko, dikukuhkan menjadi guru besar bidang Technopreneur Management. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
GURU BESAR : Rektor Udinus Prof Edi Noersasongko, dikukuhkan menjadi guru besar bidang Technopreneur Management. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dikukuhkan Prof Edi Noersasongko, sebagai guru bsar dalam bidang Technopreneur Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus, di Patra Jasa Convention Hotel Semarang, belum lama ini.

Sebelum pengukuhan dilakukan sidang senat terbuka dihadapan senat Udinus, diantaranya Prof. Supriadi Rustad, selaku ketua senat serta anggota senat Kehormatan yang terdiri dari para Rektor Universitas seperti Upgris, ITB, UI, Undip dan yang lainnya.

Dalam pengukuhan guru besarnya, Edi Noersasongko memaparkan pidato yang berjudul  Pendidikan Technopreneurship dari Udinus untuk Indonesia. Menurut Edi banyak industri besar yang gagal bersaing dan terpuruk lantaran perubahan teknologi. “Perilaku manusia yang cenderung tak ingin repot, harus membuat perusahaan harus memikirkan pengembangan teknologi contohnya saja online,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa industri yang kini mulai bergeser ke online, seperti surat kabar, perbankan, hingga transportasi. Dengan perkembanga teknologi pula, lanjut Edi, perguruan tinggi harus punya peran untuk memberikan pembelajaran terkait kewirausahaan guna menciptakan lapangan pekerjaan, tanpa memandang latar belakang pendidikan.

“Setelah dikukuhkan menjadi guru besar saya sadar pendidikan tidak harus liner, dulu basic saya komputer, lalu kuliah lagi ke ekonomi dan ilmu yang didapatkan bisa dipadukan menjadi teknoprenueur atau menciptakan lapangan kerja dari teknologi,” bebernya.

Dari data Global Entrepreneurship Index (GEI) 2017, telah diukur kualitas kewirausahaan di suatu negara dengan indikator terlemah entrepreneurship di Indonesia adalah penyerapan teknologi  (Technology Absorption). Untuk itu penggunaan teknologi untuk entrepreneur (Technopreneurship) masih menjadi peluang dan tantangan bagi para wirausahawan.

“Kami telah menerapkan kurikulum entrepreneurship dan technopreneurship sejak belasan tahun yang lalu, hal ini diwujudkan dengan memasukkan 2 ilmu tersebut dalam mata kuliah dengan harapan tumbuh wirausahawan baru di Indonesia ,” bebernya. (den/zal)