Technopreneurship Jadi Tantangan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dikukuhkan Prof Edi Noersasongko, sebagai guru bsar dalam bidang Technopreneur Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus, di Patra Jasa Convention Hotel Semarang, belum lama ini.

Sebelum pengukuhan dilakukan sidang senat terbuka dihadapan senat Udinus, diantaranya Prof. Supriadi Rustad, selaku ketua senat serta anggota senat Kehormatan yang terdiri dari para Rektor Universitas seperti Upgris, ITB, UI, Undip dan yang lainnya.

Dalam pengukuhan guru besarnya, Edi Noersasongko memaparkan pidato yang berjudul  Pendidikan Technopreneurship dari Udinus untuk Indonesia. Menurut Edi banyak industri besar yang gagal bersaing dan terpuruk lantaran perubahan teknologi. “Perilaku manusia yang cenderung tak ingin repot, harus membuat perusahaan harus memikirkan pengembangan teknologi contohnya saja online,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa industri yang kini mulai bergeser ke online, seperti surat kabar, perbankan, hingga transportasi. Dengan perkembanga teknologi pula, lanjut Edi, perguruan tinggi harus punya peran untuk memberikan pembelajaran terkait kewirausahaan guna menciptakan lapangan pekerjaan, tanpa memandang latar belakang pendidikan.

“Setelah dikukuhkan menjadi guru besar saya sadar pendidikan tidak harus liner, dulu basic saya komputer, lalu kuliah lagi ke ekonomi dan ilmu yang didapatkan bisa dipadukan menjadi teknoprenueur atau menciptakan lapangan kerja dari teknologi,” bebernya.

Dari data Global Entrepreneurship Index (GEI) 2017, telah diukur kualitas kewirausahaan di suatu negara dengan indikator terlemah entrepreneurship di Indonesia adalah penyerapan teknologi  (Technology Absorption). Untuk itu penggunaan teknologi untuk entrepreneur (Technopreneurship) masih menjadi peluang dan tantangan bagi para wirausahawan.

“Kami telah menerapkan kurikulum entrepreneurship dan technopreneurship sejak belasan tahun yang lalu, hal ini diwujudkan dengan memasukkan 2 ilmu tersebut dalam mata kuliah dengan harapan tumbuh wirausahawan baru di Indonesia ,” bebernya. (den/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -