UCAPAN SELAMAT: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memberi ucapan selamat kepada pasangan pengantin peserta nikah masal. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UCAPAN SELAMAT: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memberi ucapan selamat kepada pasangan pengantin peserta nikah masal. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 11 pasangan mengikuti nikah masal di Masjid Jami’ Jatisari, Mijen, Semarang, kemarin. Di antara pasangan sudah berusia sepuh dan telah lama hidup serumah namun belum tercatat dalam pernikahan yang sah. Yang menarik, selain gratis, setiap pasangan mendapatkan fasilitas uang mahar Rp 234 ribu, hadiah pernikahan Rp 1 juta, dan seperangkat alat salat.

Sebelum ijab kabul, ke-11 pasangan pengantin diarak dengan mobil hias, mengelilingi kompleks Perumahan Jatisari dan kembali ke Masjid Jami’. Sesuai dengan jumlah pasangan, tepat pukul 11.00, dilakukan akad nikah dan prosesi sungkeman. Tak ayal, pelaksanaan prosesi pernikahan kemarin menjadi perhatian ratusan warga. Tak jarang, aksi para pengantin sepuh sempat menimbulkan gelak tawa.

Ketua panitia nikah masal Masjid Jami’ Jatisari, Okta Harianti, mengatakan, nikah masal ini event pertama. Ia mengaku tak menyangka bila acara nikah masal bakal semeriah ini. Nikah masal menjadi salah satu rangkaian event ”Jami’ Expo 2017.” Selain itu juga ada lomba mewarnai dan bazar.

”Tujuannya sebagai solidaritas dan syiar Islam, membantu warga yang membutuhkan. Karena bagi warga tertentu, biaya menggelar pernikahan cukup mahal,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain itu juga menghidupkan kegiatan masjid secara maksimal agar bermanfaat bagi warga sekitar. ”Masjid selain sebagai tempat ibadah, juga sebagai pusat solidaritas sosial yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir dalam acara tersebut memberi apresiasi gagasan menggelar nikah masal itu. Ia mengaku iri melihat kebahagiaan 11 pasangan yang menikah bersamaan itu.

”Ini bukti keguyuban warga yang mungkin tidak ada di daerah lain. Saya takjub dengan meriahnya nikah masal ini. Saya malah iri, karena saya dulu nikah tak semeriah ini,” ucapnya sambil tersenyum.

Mbak Itaa –sapaannya— mengusulkan agar penyelenggaraan nikah masal ini menjadi kegiatan yang lebih besar. ”Kalau perlu, tahun depan diarak sampai Simpang Lima, peserta lebih banyak hingga bisa memecahkan rekor Muri,” harapnya. (amu/aro/ce1)