Jalur Gunung Prau Ditutup

1088
DITUTUP: Pengumuman penutupan jalur pendakian Gunung Prau menyusul musibah tewasnya 3 pendaki karena disambar petir, Minggu (23/4) lalu. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
DITUTUP: Pengumuman penutupan jalur pendakian Gunung Prau menyusul musibah tewasnya 3 pendaki karena disambar petir, Minggu (23/4) lalu. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO–Jenazah tiga pendaki yang tersambar petir di Gunung Prau, kawasan dataran tinggi Dieng, Minggu (23/4) tengah malam, langsung dikirim ke keluarga korban di Jakarta. Sementara dua korban yang tergolong kritis, masih dalam perawatan intensif di RSUD Setjonegoro Wonosobo. Sisanya, enam orang yang mengalami trauma, diperbolehkan rawat jalan.

Humas RSUD Setjonegoro Wonosobo, Tri Utami, mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan di ruang jenazah, tiga korban tewas tersambar petir gunung Prau Dieng adalah Deden Hidayat Maulana, 31, Aditya Agung Dermawan , 30, Adi Setyawan, 31, ketiganya asal Jakarta. “Tiga jenazah hari ini (kemarin) sudah sampai di Jakarta diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Sedangkan kondisi korban lain, sambung Tri Utami, yakni Saiful Ulum, 34, dan Danang, 28, masih dirawat. Korban menghuni ruang ICU. Saiful Ulum mengalami luka bakar pada bagian lengan cukup luas. Sedangkan Danang mengalami luka bakar pada bagian dada. “Korban sudah mulai bisa berkomunikasi dan sudah bisa dibawa ke ruang rawat inap. Keluarga korban juga sudah datang,” katanya.

Tri menegaskan, baik Saiful dan Danang masih harus mendapatkan perawat intensif. Sementara untuk enam korban meliputi Ari Hidayat, Abdul Muis, Novi Ardiansyah, Fadila, Wan Dimas, dan M Iqbal, sudah membaik. Sehingga dilakukan rawat jalan. “Korban enam lainnya sudah membaik, diperbolehkan pulang.”

Pascakejadian pendaki tersambar petir, Asper KB KPH Perhutani Kedu Utara Wonosobo, kemarin (24/4) langsung melakukan rapat koordinasi, menghadirkan semua koordinator pecinta alam di Wonosobo. Hasilnya, mereka sepakat menutup semua jalur menuju wanawisata gunung Prau Dieng.

“Kami sudah sampaikan kepada semua koordinator jalur pendakian, bahwa semua jalur pendakian menuju gunung Prau ditutup,” ungkap Firmansyah, Asper KB KPH Kedu Utara Wonosobo, kepada Jawa Pos Radar Kedu.

Firmansyah menegaskan, durasi penutupan jalur tidak ditentukan waktunya. Dia beralasan, saat ini terjadi anomali cuaca. Di kawasan Dieng, kadang turun hujan deras disertai angina kencang. Kadang kemarau, bahkan kadang hujan disertai petir.

“Seperti saat kejadian, kami selalu sarankan kepada semua koordinator pencinta alam untuk mengecek prakiraan cuaca di BMKG. Tempo hari tidak ada informasi petir, hanya hujan, tapi di luar dugaan,”katanya.

Untuk itu, kata Firmasnyah, pihaknya belum bisa membatasi sampai kapan jalur pendakian akan ditutup. Selain pintu masuk dari arah Wonosobo, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan KB KPH wilayah Temanggung dan Kendal. Sebab, dua wilayah tersebut juga membuka jalur pendakian ke gunung Prau.

“Kami akan koordinasikan dengan semua wilayah. Intinya, kawasan gunung Prau ditutup untuk sementara waktu, dengan batas waktu tidak ditentukan.” Jika ada yang nekat, kata Firmansyah, pihaknya tidak bertanggung jawab. Sebab curah hujan di kawasan Dieng masih tinggi dan tidak menentu. “Kami berharap semua wisatawan dan pecinta alam memahami hal ini.” (ali/isk)