RETRIBUSI BOCOR: Bukti pembelian tiket wisatawan asal Jogjakarta yang hanya 3 lembar meskipun mereka membayar untuk 5 orang. (BAMBANG MURYANTO FOR JAWA POS RADAR KEDU)
RETRIBUSI BOCOR: Bukti pembelian tiket wisatawan asal Jogjakarta yang hanya 3 lembar meskipun mereka membayar untuk 5 orang. (BAMBANG MURYANTO FOR JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO –Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Wonosobo dari sektor wisata masih saja terjadi. Kali ini dilaporkan dari pos pemungut retribusi wisata di gardu masuk Dieng, Pos Lembah Dieng, Kecamatan Garung. Rombongan wisatawan asal Jogjakarta mengeluhkan, mereka membayar untuk 5 orang tapi hanya diberi 3 lembar tiket.

Seperti dituturkan Bambang Muryanto, 40, wisatawan asal Jogjakarta yang datang bersama 4 keluarganya ke Dieng, Minggu (23/4). Mereka menggunakan satu mobil. Sampai di pos pemungutan retribusi Kalijeruk, Kecamatan Garung, mobil dihentikan, dan petugas penarik memungut lewat jendela mobil. Saat itu di dalam mobil ada 5 orang.

“Kami membayar Rp 50 ribu untuk membayar 5 orang, karena dalam tiket tertera Rp 10 ribu per orang,” ungkap Bambang kepada Jawa Pos Radar Kedu, Senin (24/4).

Setelah melakukan pembayaran, Bambang menerima tiket dan melanjutkan perjalanan. Saat dalam perjalanan ia menyempatkan mengecek jumlah tiket, ternyata hanya diberi 3 tiket. Nah untuk mengelabuhi wisatawan, pada tiket paling atas ada tulisan menggunakan pulpen menerangkan bahwa tiket untuk 5 orang.

“Saya bayar 5 tiket hanya dikasih 3 tiket, berarti yang 2 dikorupsi, kan laporan mereka ke kas daerah dari bukti tiket,” ungkap Bambang yang berprofesi sebagai jurnalis media nasional tersebut.

Saat itu ia memang tidak sempat komplain karena tiket distaples jadi satu. Kemudian petugas menyerahkan sambil bilang, tiket untuk 5 orang. “Saya baru sadar kalau hanya dikasih tiket 3, saat sudah melanjutkan perjalanan, jadi tidak sempat komplain,”tuturnya.

Terpisah Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Sigit Sukarsana saat dikonfirmasi menyatakan akan mengambil tindakan tegas. Pihaknya akan segera memanggil semua petugas di Pos Garung. Upaya ini untuk mengklarifikasi sekaligus penertiban para petugas pemungut retribusi wisata. “Besok (hari ini, red) pengelola akan kami panggil semua ke kantor,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro menyayangkan kejadian ini. Menurutnya perilaku seperti itu tidak bisa dibenarkan karena sangat merugikan pemasukan retribusi daerah.

“Perilaku seperti itu bukan hanya terjadi di Pos Garung tapi juga terjadi di Jembatan Merah Putih yang dikelola oleh BUMDes Desa Jojogan, di mana saya bayar 6 orang juga hanya dikasih 3 tiket. Ketika saya tanyakan, jawabannya ndak papa masuk saja sudah sore,” kata Suwondo menirukan petugas penarik retribusi.

Suwondo menegaskan, DPRD sudah memberikan masukan kepada eksekutif untuk meninjau keberadaan Pos Garung dan pos-pos penarikan tiket yangg lain. Jumlah pos yang terlalu banyak dirasa memberatkan wisatawan yang datang ke kawasan Dieng. (ali/ton)