33 C
Semarang
Kamis, 4 Juni 2020

Bayar 5 Orang, Diberi 3 Tiket

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

WONOSOBO –Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Wonosobo dari sektor wisata masih saja terjadi. Kali ini dilaporkan dari pos pemungut retribusi wisata di gardu masuk Dieng, Pos Lembah Dieng, Kecamatan Garung. Rombongan wisatawan asal Jogjakarta mengeluhkan, mereka membayar untuk 5 orang tapi hanya diberi 3 lembar tiket.

Seperti dituturkan Bambang Muryanto, 40, wisatawan asal Jogjakarta yang datang bersama 4 keluarganya ke Dieng, Minggu (23/4). Mereka menggunakan satu mobil. Sampai di pos pemungutan retribusi Kalijeruk, Kecamatan Garung, mobil dihentikan, dan petugas penarik memungut lewat jendela mobil. Saat itu di dalam mobil ada 5 orang.

“Kami membayar Rp 50 ribu untuk membayar 5 orang, karena dalam tiket tertera Rp 10 ribu per orang,” ungkap Bambang kepada Jawa Pos Radar Kedu, Senin (24/4).

Setelah melakukan pembayaran, Bambang menerima tiket dan melanjutkan perjalanan. Saat dalam perjalanan ia menyempatkan mengecek jumlah tiket, ternyata hanya diberi 3 tiket. Nah untuk mengelabuhi wisatawan, pada tiket paling atas ada tulisan menggunakan pulpen menerangkan bahwa tiket untuk 5 orang.

“Saya bayar 5 tiket hanya dikasih 3 tiket, berarti yang 2 dikorupsi, kan laporan mereka ke kas daerah dari bukti tiket,” ungkap Bambang yang berprofesi sebagai jurnalis media nasional tersebut.

Saat itu ia memang tidak sempat komplain karena tiket distaples jadi satu. Kemudian petugas menyerahkan sambil bilang, tiket untuk 5 orang. “Saya baru sadar kalau hanya dikasih tiket 3, saat sudah melanjutkan perjalanan, jadi tidak sempat komplain,”tuturnya.

Terpisah Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Sigit Sukarsana saat dikonfirmasi menyatakan akan mengambil tindakan tegas. Pihaknya akan segera memanggil semua petugas di Pos Garung. Upaya ini untuk mengklarifikasi sekaligus penertiban para petugas pemungut retribusi wisata. “Besok (hari ini, red) pengelola akan kami panggil semua ke kantor,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro menyayangkan kejadian ini. Menurutnya perilaku seperti itu tidak bisa dibenarkan karena sangat merugikan pemasukan retribusi daerah.

“Perilaku seperti itu bukan hanya terjadi di Pos Garung tapi juga terjadi di Jembatan Merah Putih yang dikelola oleh BUMDes Desa Jojogan, di mana saya bayar 6 orang juga hanya dikasih 3 tiket. Ketika saya tanyakan, jawabannya ndak papa masuk saja sudah sore,” kata Suwondo menirukan petugas penarik retribusi.

Suwondo menegaskan, DPRD sudah memberikan masukan kepada eksekutif untuk meninjau keberadaan Pos Garung dan pos-pos penarikan tiket yangg lain. Jumlah pos yang terlalu banyak dirasa memberatkan wisatawan yang datang ke kawasan Dieng. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Mayoritas Guru Minim Kreativitas

DEMAK-Inovasi dan kreativitas mengajar mayoritas guru di Indonesia, masih minim. Sehingga praktik yang diiplementasikan kepada anak didiknya hanya sebatas metode kuno. Selain monoton, metode...

Tenaga Kerja Tiongkok Membeludak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Belakangan, Tiongkok menanam investasi industri besar-besaran di Jateng. Sayang, investasi itu dibarengi dengan pembukaan keran tenaga kerja asing (TKA) yang juga dari Tiongkok....

Motor Sport Semakin Diminati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pada kuartal pertama tahun ini, motor sport Honda mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,9 persen dengan total penjualan sebesar 69.984 unit. Kontribusi...

Targetkan Magelang Bebas Kekerasan Anak

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang menargetkan Kota Magelang bebas dari kasus kekerasan terhadap anak. Hingga sekarang, pemkot gencar mengampanyekan gerakan keluarga ramah anak. Wakil Wali...

Dua Bocah Tewas Digulung Ombak

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dua anak ditemukan tewas tenggelam di Pantai Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Senin (1/1) kemarin. Mereka adalah M Safi’i, 7, dan Miftakhil Ikhsan,...

Siap Buat Perda Kawasan Tanpa Rokok

KENDAL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal segera meniru langkah Kabupaten Kulon Progo, Kota Semarang, dan kota besar lainnya dalam membuat peraturan daerah (Perda) terkait kawasan tanpa...