Ajak Lari Bersama Sekaligus Berdonasi

Lebih Dekat dengan Komunitas Fakerunners Semarang

875
SELALU BUGAR: Sebagian anggota Komunitas Fakerunners Semarang berfoto bersama di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang. (DOKUMENTASI FAKERUNNERS SEMARANG)
SELALU BUGAR: Sebagian anggota Komunitas Fakerunners Semarang berfoto bersama di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang. (DOKUMENTASI FAKERUNNERS SEMARANG)

Lari adalah olahraga yang murah dan menjadi pilihan banyak orang. Termasuk mereka yang tergabung dalam Komunitas Fakerunners Semarang. Komunitas ini memilih olahraga lari untuk menjaga kebugaran tubuh.

ADENNYAR WYCAKSONO

LARI tak hanya menyehatkan bagi tubuh, namun bagi anggota Komunitas Fakerunners, berlari juga ’pekerjaan’ yang  menyenangkan. Ini sesuai tagline mereka, ”fun larinya, happy hidupnya.”

Public Relation Fakerunners Semarang, Muhamad Rizal, mengatakan, anggota komunitas ini terdiri atas para pencinta lari mulai usia anak-anak hingga orang tua, dan mereka bukan datang dari kalangan atlet.

”Jika diartikan dalam bahasa Indonesia,  Fakerunners  itu terjemahannya ’pelari palsu’. Jadi, kami ini bukan atlet olahraga lari, namun para pencinta lari,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, berdirinya Komunitas Fakerunners (FR) di Semarang bermula saat salah satu anggota FR Jakarta berkunjung ke Semarang hingga bertemu Resi, salah satu temannya dalam sebuah event lari. Anggota FR Jakarta itu kemudian mengajak Resi yang kebetulan hobi lari untuk ikut Borobudur 10K Marathon 2015 meski belum pernah lari sejauh itu.

”Singkat cerita mereka ikut dalam ajang Borobudur 10K Marathon 2015 dan menggunakan jersey Fakerunners saat race sekaligus menetapkan awal berdirinya FR Semarang,” bebernya.

FR Jakarta sendiri telah berdiri sejak September 2014. Setelah event tersebut, akhirnya komunitas ini tumbuh besar karena adanya hubungan keluarga dan pertemanan di dalamnya. Hingga muncul ide berlari harus bersama- sama. ”Kegiatannya bukan hanya berlari, namun ada pola latihannya,” ujarnya.

Dikatakan, pola latihan lari yang tepat guna meningkatkan kekuatan dan keahlian para runners. Contohnya, mengenalkan dasar berlari sampai meningkatkan kemampuan, sehingga kaki kuat dan tidak mudah cedera.  ”Karena berlari rawan cedera, tentunya harus ada pemanasan. Di sinilah peran dari komunitas untuk memberikan pengertian melalui FR Academy,” jelasnya.

Selain berlari, FR pun memiliki value tambahan. Tujuan utama adalah kegiatan berlari, namun bisa bermanfaat bagi sesama dengan konsep berdonasi. Salah satunya adalah menggelar event dengan mengajak pelari yang ada di Jawa Tengah untuk berdonasi yang disumbangkan kepada anak-anak penderita kanker. ”Ada juga kampanye menggalang dana untuk pembangunan sekolah dasar di Klaten dan masih banyak lainnya,” katanya.

Setelah dua tahun terbentuk, FR Semarang kini memiliki jumlah anggota sekitar 100 orang dan semuanya aktif. Beberapa kegiatan rutin yang dilakukan  mengasah kemampuan runners atau anggotanya dengan Saturday Morning Run di Stadion Tri Lomba Juang Mugas dan FR Academy.

”Kami juga pernah menyelenggarakan event Christmas Run di Tri Lomba Juang, Lawang Sewu dan Simpang Lima. Juga event Lari Merdeka untuk memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke-71, berlari 17 km dan 8 km,” bebernya.

Belum lama ini, lanjut Rizal, FR juga berpartisipasi dalam Singapore Marathon bergabung dengan regional lainnya.  Hingga kini ada sekitar 13 regional sudah terbentuk di Indonesia dengan jumlah anggota ribuan orang.

”Rasa kekeluargaan komunitas ini sangatlah besar karena diisi dengan kegiatan yang menyenangkan. Anggota kami adalah orang biasa yang ingin berolahraga dengan menyenangkan, sehat, dan penuh ceria,” katanya. (*/aro/ce1)