Wihaji Ketua PSSI, Janji Naikkan Anggaran

1145
SERTIJAB : Ketua PSSI Batang lama secara simbolis menyerahkan bendera PSSI kepada ketua baru, Wihaji, saat Muskab ketiga Asosiasi PSSI Kabupaten Batang 2017. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERTIJAB : Ketua PSSI Batang lama secara simbolis menyerahkan bendera PSSI kepada ketua baru, Wihaji, saat Muskab ketiga Asosiasi PSSI Kabupaten Batang 2017. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Bupati terpilih Kabupaten Batang, Wihaji, kini dipilih sebagai ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Batang periode 2017–2023. Politikus Partai Golkar ini, dipilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Asosiasi PSSI Kabupaten Batang ketiga tahun 2017 di Aula Kantor Bupati Batang, Sabtu, (22/4) kemarin. Karena itulah, Wihaji berjanji menaikkan anggaran olahraga dan sepak bola di Batang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Nasikhin yang membuka muskab tersebut mengatakan bahwa dengan terpilihnya Wihaji, memantik gairah olahraga di Batang. “Semoga olahraga di Batang semakin bergairah, terlebih pengurus yang baru sudah terbentuk, sehingga bisa meningkatkan prestasi,” ucapnya.

Menurut Sekda, iklim olahraga di Batang semakin hangat. Dengan adanya berbagai event nasional, mulai dari tenis, pertandingan anggar, keterlibatan Persibat di Liga 2 PSSI, sampai salah satu putri Batang terpilih menjadi anggota Tim Nasional U-15 putri.

Terkait mengapa sepakbola harus diperlakukan khusus, karena banyak faktornya. Di antaranya, sepakbola digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, olah raga sepakbola pernah membawa nama Batang ke tingkat nasional (sebelum Persibat waktu itu ada PS Cakra), serta dalam permainan sepak bola menunjukkan karakter bangsa dan karakter masyarakat. Karena sepak bola mengajarkan karakkter revolusi mental yaitu menunjukan integritas, fairplay, dan etos kerja.

“Mudah-mudahan dengan Muskab PSSI, pengelolaan persepakbolaan di Batang semakin baik. Apalagi di setiap desa ada kesebelasan yang nantinya dapat dikembangkan,” imbuh Nasikhin.

Ketua Asosiasi PSSI lama, Tulyono menyampaikan bahwa persepakbolaan Batang lebih maju dibanding kabupaten tetangga. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pertandingan yang dilaksanakan selama satu tahun yang mencapai 400 pertandingan dari seluruh divisi dan turnamen yang diselenggarakan sendiri. Sedangkan perangkat pertandingan memiliki 45 wasit yang 7 orang di antaranya bersertifikat. Selain itu, di Kabupaten Batang ada 100 klub.

“400 pertandingan tidak ada yang menimbulkan gejolak, bahkan tidak ada keributan antarsuporter. Hal ini berkat bantuan dan kerja sama yang baik antara Asosiasi PSSI dengan korcam (koordinator kecamatan) dan Korda (koordinator desa). Bahkan, baru di Kabupaten Batang yang memiliki pengurus sepak bola hingga tingkat kecamatan dan desa,” jelas Tulyono

Wihaji bersyukur persepakbolaan saat ini memang memasuki reformasi kepengurusan dengan terpilihnya pengurus PSSI baru. Hal ini sangat berpengaruh terhadap persepakbolaan di Batang, tentunya membawa angin segar bagi bergulirnya kompetensi di Indonesia.

“Menjadi tanggung jawab dan tugas kita, bersama para pengurus untuk memajukan persepakbolaan di Batang. Saya berjanji anggaran untuk olah raga dan sepak bola akan dinaikkan,” kata Wihaji.

Khusus Persibat yang kini berlaga di Liga 2 PSSI, Wihaji meminta dukungan dan bantuan agar tim kebanggaan warga Batang ini bisa bermain dengan baik dan dapat lolos ke level di atasnya. “Saya berharap masyarakat bisa mendukung Persibat, dengan menyaksikan pertandingan saat bertanding. Agar lebih semangat dan menang,” tuturnya. (han/ida)