Pembukaan Popnas di Simpang Lima

Pertandingkan 21 Cabor dan 4 Eksebisi

2920
PAPARAN: Persiapan penyelenggaraan POPNAS XIV/2017 oleh Dinporapar Jateng dan KONI Jateng dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, beberapa waktu lalu. (IST)
PAPARAN: Persiapan penyelenggaraan POPNAS XIV/2017 oleh Dinporapar Jateng dan KONI Jateng dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, beberapa waktu lalu. (IST)

SEMARANG – Jawa Tengah terus menyiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 yang akan berlangsung 10-21 September mendatang. Ajang multievent olahraga khusus pelajar se-Tanah Air ini akan dipusatkan di Kota Semarang, ditambah tiga daerah lain sebagai penyangga yakni Kabupaten Semarang, Kendal dan Grobogan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan, untuk upacara pembukaan Popnas 2017 akan berlangsung di lapangan Simpang Lima Semarang. Ini karena Stadion Jatidiri Semarang masih dalam tahap renovasi sehingga belum bisa digunakan. “Begitu juga GOR Jatidiri, masih belum selesai renovasi pada September mendatang. Namun kami menyiapkan venue lain yang tidak kalah representatif,” ujarnya.

Popnas 2017 akan mempertandingkan 21 cabang olahraga resmi dan 4 eksebisi. Venue yang digunakan di antaranya hall Hotel Semesta (angkat besi), Stadion Kebondalem Kendal (atletik dan voli pasir), GOR UIN (voli indoor), GOR Sahabat (basket), GOR USM (bulu tangkis), Rawa Pening (dayung), GOR Simpang Lima Purwodadi (gulat), Auditorium Unika (judo), GOR Patriot Kodam (karate), lalu Stadion Undip Tembalang (Panahan).

Kemudian Auditorium Undip Jl. Imam Barjo (pencak silat), kolam renang Jatidiri (renang), GOR Wujil (senam), Stadion Wujil dan Citarum (sepak bola), GOR Futsal Undip (takraw), Hotel UTC (taekwondo), lapangan tenis Metro dan Candi Golf (tenis), FIK Unnes (tenis meja) dan Auditorium Unnes (tinju).

“Semua sudah siap. Tapi ada satu yang masih tentatif, menunggu proses renovasi yakni kolam renang Jatidiri. Saat ini masih proses lelang untuk renovasi ringan, semoga tepat waktu,” tandas Urip.

Sementara untuk cabor eksebisi di antaranya adalah wushu, panjat tebing, dan sepatu roda. Pihak Disporapar Jateng telah memaparkan kesiapan pelaksanaan event tersebut pada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Termasuk kendala-kendala yang masih dihadapi, seperti sarana dan pra sarana yang belum lengkap. “Misalnya papan scoring board digital, matras untuk beberapa cabor yang tidak murah biayanya. Solusinya minta bantuan ke Kemenpora, dan saat ini masih menunggu realisasi,” ungkapnya. (smu)