33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Memaksimalkan Smartphone untuk Bikin Video Traveling

Hindari Video Narsis

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Traveling belakangan makin diminati oleh hampir semua kalangan. Kecanggihan teknologi khususnya smartphone serta booming sosial media memfasilitasi para traveler dalam membagikan foto maupun video perjalanan. Perencanaan serta konsep menarik menjadi kunci dalam menggaet penonton.

Seperti yang diungkapkan oleh Travel Writer, Teguh Sudarisman. Menurutnya, hampir semua orang suka menyaksikan video. Terlebih generasi milenial yang sangat lengket dengan gadget. Oleh karena itu, makin banyak ditemui berbagai macam unggahan video, mulai dari tutorial hingga rekaman perjalanan. Dan tak sedikit yang merekam menggunakan smartphone.

Smartphone sifatnya ringan dan ringkas. Kemudian selalu ada di tangan. Jadi banyak traveler yang memaksimalkan fungsi smartphone dalam mengabadikan perjalanan mereka,” ujarnya dalam Workshop “Creating Short Travel Video with Your Smartphone” di Hazotel, Sabtu (15/4).

Namun begitu, video yang akan dibagikan baiknya dikemas dengan baik. Mulai dari konsep dan pemilihan tema. Setidaknya sebelum melakukan proses perekaman, ada gambaran alur cerita yang akan digarap.

“Jangan sampai asal ngesyut-ngesyut aja atau semua disyut. Begitu selesai, sampai rumah mau ngedit, bingung mau dibikin bagaimana. Selain buang waktu ini juga buang-buang memori penyimpanan,” ujarnya.

Menurut founder Penulis Pengelana ini, ada tiga faktor yang minimal perlu dipenuhi dalam menyajikan video traveling. Pertama fokus dalam satu topik yang berisi informasi, hiburan atau kedua-duanya. Penyajian juga tidak perlu bertele-tele.

“Dua hal ini yang biasanya dicari, video yang menyampaikan informatif atau menghibur. Bila bisa menyampaikan kedua-duanya dalam satu video juga lebih baik. Hindari juga video narsis,” ujarnya.

Berikutnya, video harus stabil. Menurutnya, salah satu kelemahan video amatir adalah hasil yang disajikan goyang-goyang, entah karena saat merekam sambil berjalan atau berada di dalam mobil yang tengah melaju. Hal ini bisa diatasi dengan menggunakan tripod, monopod, bahkan tongsis.

“Penggunaan alat bantu ini tak hanya menghasilkan gambar yang lebih stabil, tapi seringkali juga lebih memudahkan kerja kita. Misal butuh ambil gambar dari tempat yang lebih tinggi, lebih rendah atau untuk timelapse,” ujar Editor in Chief Kalstar Inflight Magazine ini.

Syarat ketiga, suara yang bisa didengar dengan baik. Karena menggunakan ponsel, suara yang direkam dikhawatirkan tidak terlalu terdengar. Namun begitu, hal ini juga masih bisa diakali dengan memberikan speaker tambahan.

Ya, minimal tiga faktor itu saja dipenuhi dulu. Fokus pada satu topik, gambar stabil dan suara bagus. Kalau tiga faktor tersebut tidak bisa dipenuhi, bisa dipastikan mereka yang menyaksikan akan segera pindah,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PLN Pasang 875 SPLU

SEMARANG - Hadirnya kendaraan listrik disambut baik pemerintah. Melihat perkembangan ini PLN sudah memasang 875 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di berbagai kota. Ada...

Desa Luwung Gelar Karnaval Setahun Dua Kali

BATANG–Tertantang ingin memberikan hiburan menarik, warga Desa Luwung Kecamatan Banyuputih menggelar karnaval rutin dalam setahun dua kali. Yakni, saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia...

Warga Bertahan di Tempat Pengungsian

KENDAL—Ratusan warga korban banjir bandang Dukuh Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo masih bertahan di tempat pengungsian. Kendati banjir sudah surut sejak Senin (27/2) lalu....

Kerja Harus Selesai Maksimal

RADARSEMARANG.COM - BAGI Miranti Januarizky, protokoler di Pemerintahan Kota (Pemkot) Semarang, pekerjaan itu harus dijalani dengan sepenuh hati dan selesai dengan maksimal. Meski bidang...

Proyek Tanggul Laut Ditumpangi Tol

”Beberapa waktu lalu, kami mendampingi Bupati Demak untuk presentasi tanggul laut di depan Menteri PUPR. Ternyata desain yang sudah kami buat, akan dipakai.” Prasetyo...