Jaga Pluralisme dan Kondusifitas

804
PAWAI PASKAH: Ribuan peserta mengikuti pawai perayaan Paskah 2017. Rute pawai dari Balai Kota Semarang menuju GOR Tri Lomba Juang, Sabtu (22/4) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAWAI PASKAH: Ribuan peserta mengikuti pawai perayaan Paskah 2017. Rute pawai dari Balai Kota Semarang menuju GOR Tri Lomba Juang, Sabtu (22/4) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sekitar 11.000 orang mengikuti pawai dalam rangka peringatan Paskah 2017. Rutenya dari Balai Kota Semarang menuju lapangan Tri Lomba Juang (TLJ), pada Sabtu sore (22/4) kemarin.

Peserta yang terdiri dari gabungan gereja dan UPTD Pendidikan se-Kota Semarang ini berpartisipasi dalam Karnaval Seni Budaya Paskah 2017 bertema “Aku Pelopor Peradaban Kasih” ini.

“Ini sebagai bukti bahwa Semarang merupakan kota yang kondusif, sekaligus merayakan hari jadi kota ini. Menunjukkan bahwa negara kita adalah NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang betul-betul menyatu dan harmonis,” ungkap Ketua Panitia Karnaval Paskah 2017 yang juga Ketua DPRD Kota Semarang Rukma Setyabudi di sela sela acara.

Rukma menambahakan, pluralisme yang terjadi di Semarang begitu damai sejuk dan indah, serta luarbiasa gaungnya hingga ke pelosok-pelosok nusantara. “Jadi Seluruh pelosok nusantara tahu bahwa Semarang merupakan kota damai, yang menampung golongan kelompok ras apapun di sini lebur baur,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam kesempatan itu juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Kota Semarang yang secara kontinyu menjaga perdamaian serta menjunjung tinggi pluralisme di Kota Lumpia ini.

“Pesertanya kan tidak hanya dari umat kristiani tetapi juga UPTD-UPTD pendidikan Kota Semarang, menunjukkan pluralisme di kota ini sangat baik. Hal ini menjadikan bukti bahwa Kota Semarang sangat kondusif,” imbuhnya. Teatrikal dari Athanasius Agung Karangpanas membuka pelaksanaan Karnaval Seni Budaya Paskah 2017, dilanjutkan dengan pengibaran bendera start jalan peserta pawai. (tsa/zal)