Peradi Ajak Siswa Jadi Advokat

384
GURU DADAKAN: Delapan advokat DPC Peradi Semarang versi pimpinan pusat Dr Juniver Girsang saat melakukan program ”Peradi Sapa Siswa” di SD PL Bernadus, Kota Semarang, kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
GURU DADAKAN: Delapan advokat DPC Peradi Semarang versi pimpinan pusat Dr Juniver Girsang saat melakukan program ”Peradi Sapa Siswa” di SD PL Bernadus, Kota Semarang, kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Dari 33 siswa kelas IIIB SD Pangudi Luhur (PL) Bernadus, Kota Semarang, sedikitnya ada 6 siswa termotivasi ingin menjadi seorang advokat. Hal itu diketahui setelah Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang versi kepemimpinan Theodorus Yosep Parera menjalankan program ”Peradi Sapa Siswa” di sekolah tersebut, Jumat (21/4).

Ke-6 siswa itu adalah Andreas, Fremon, Charles, Rain, Masya, Elain dan satu ketua kelasnya yakni, Thomas. Bahkan dengan wajah polos dan semangat, mereka secara tegas menyatakan ingin menjadi pengacara. Alasannya juga beragam. Ada yang ingin membela keadilan dan kebenaran, ada juga yang ingin membantu orang miskin yang kesusahan.

”Saya pengen jadi advokat, biar Indonesia aman, nyaman dan tenteram, bisa bantu rakyat miskin mencari keadilan,” kata Thomas saat ditanyai para advokat yang hadir menjadi guru dadakan tersebut.

Dalam program itu, sedikitnya ada 8 advokat yang ikut andil menjadi guru. Dua di antaranya langsung memperagakan mengenakan baju toga, yang biasa digunakan seorang advokat saat melakukan persidangan. Berbagai kelucuan juga terjadi di ruangan tersebut. Semua siswa aktif bertanya dan berdiskusi. Para siswa juga tampak bersahabat karena menyapa para advokat itu dengan panggilan om dan tante, berulang kali tepuk tangan juga sering dilakukan para siswa.

Ketua DPC Peradi Semarang versi pimpinan pusat Dr Juniver Girsang, Theodorus Yosep Parera menjelaskan, tujuan diadakannya acara tersebut agar para siswa bisa termotivasi menjadi advokat. Dengan begitu harapannya para siswa bersedia belajar sungguh-sungguh, khususnya pelajaran matematika, ilmu sosial, dan agama. Dengan begitu, lanjut Yosep, nanti saat menjadi pengacara mampu membawa ruh advokat yang sesungguhnya. ”Yakni mendampingi seseorang yang memiliki masalah hukum, sehingga bisa mendapatkan kesejajaran dan kesetaraan atas kasus yang dialami,” kata Yosep.

Sementara itu, Perwakilan Komite Kelas III PL Bernadus, Alloysia Reny menyatakan, acara tersebut juga bagian Peringatan Hari Kartini dengan topik ’Career Day’, yang dilakukan di 5 kelas yang ada di kelas III. (jks/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here