TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG WISATA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan sambutan pada Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Legenda Batik Perkuat Pesona Wisata Kabupaten Pekalongan Bupati Siapkan Infrastruktur dan Membentuk Pokdarwis Kabupaten Pekalongan sebagai daerah Legenda Batik Indonesia, semakin memperkuat pesona Kota Santri. Atas dasar itulah, kota penghasil batik ini, akan membuat paket wisata lengkap dengan keragaman potensi yang unik untuk menarik wisatawan dalam berkunjung. TAUFIK HIDAYAT, KAJEN BANYAK tokoh batik yang lahir di Kabupaten Pekalongan dan menghasilkan batik terhalus dan terbagus di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda atau 1800-an. Seperti Batik Oey Soe Tjoen yang sudah ada sejak tahun 1825. Bahkan hingga kini, generasi ke-6 dari keluarga Oey Soe Tjoen, masih melanjutkan usaha batik leluhurnya. Makanya, tak heran jika Kabupaten Pekalongan disebut sebagai Kota Legenda Batik Indonesia. Karena batik yang ada di Indonesia, hampir 90 persen berasal dari Kabupaten Pekalongan. “Hal itu terlihat dari motif batik yang ada, berupa flora dan fauna, serta pewarnaan yang cerah yang merupakan ciri khas dari batik pesisiran atau batik Pantura,” kata Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jumat (21/4) kemarin. Bahkan, kata Bupati Asip, meski daerah lain banyak menghasilkan batik dengan keunikan dan keanekaragamannya, namun batik Kabupaten Pekalongan mempunyai ciri khas yang sangat beda dan unik. “Makanya jangan heran, jika Kabupaten Pekalongan mendapatkan predikat sebagai Kota Legenda Batik,” tandasnya. Menurutnya, lebih dari 400 ribu warga Kabupaten Pekalongan hidup dari batik, baik pedagang maupun perajin dan buruh. Sehingga untuk menghidupi industri kerajinan tangan berupa batik tersebut, muncul kreasi-kreasi batik yang bagus dan menarik. “Daerah lain juga memiliki keunikan batik, karena di pesisir Pantura ini, batik menjadi mata pencaharian masyarakat. Kini, batik Pekalongan tersebar di seluruh Indonesia, karena keunikannya tersebut,” kata Bupati Asip. Bupati juga menandaskan bahwa berwisata ke Kabupaten Pekalongan adalah wisata terlengkap yang ada saat ini, mulai dari wisata belanja, wisata di pesisiran dengan keindahan lautnya dan ikan segar dan di Petungkriyono sebagai destinasi wisata baru yang penuh pesona. “Petungkriono sangat terkenal dengan pesona alam yang memukau. Mulai banyaknya air terjun serta satwa dilindungi dengan ekosistem yang alami, seperti Owa Jawa, Lutung, Elang dan lainnya,” tandas Bupati Asip. Bupati juga menegaskan untuk meningkatkan pengunjung datang ke Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan sedang menyiapkan infrastruktur dan fasilitas umum, agar pengunjung merasa nyaman dan senang. Disamping itu, disiapkan masyarakat wisata dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Saat ini, Pemkab bekerjasama dengan pelaku wisata menyiapkan standar mutu pelayanan wisata serta melakukan pengelolaan destinasi wisata. Hasilnya diperuntukkan masyarakat melalui (Pokdarwis). “Kami juga melakukan beragam pembinaan, agar tumbuh sumber daya manusia (SDM) yang sadar wisata dengan kriteria atau standar yang bagus dan bersih dalam memberikan pelayanan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung,” tegas Bupati Asip. Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Dr Marlinda Irwanti menjelaskan bahwa jalan tidaknya potensi wisata di satu daerah, berada di tangan bupati atau wali kotanya selaku pemegang kebijakan. Sehingga, kemajuan wisata tergantung pada kemauan kepala daerah dalam mengembangkannya. Terkait Kabupaten Pekalongan, kata Marlinda, memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai wisata belanja, wisata kelautan hingga wisata alam yang melimpah. Untuk itu, pihaknya mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang gencar dalam mengembangkan paket wisata lengkap, termasuk Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Legenda Baik Indonesia. “Di Kabupaten Pekalongan, tidak hanya memiliki sumber daya alam, tapi ada potensi wisata. Ini yang perlu ditingkatkan. Namun keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tergantung dari wali kota atau bupatinya. Makanya, saya sangat mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang berani melakukan terobosan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada,” jelas Marlinda. (*/ida)
TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG WISATA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan sambutan pada Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Legenda Batik Perkuat Pesona Wisata Kabupaten Pekalongan Bupati Siapkan Infrastruktur dan Membentuk Pokdarwis Kabupaten Pekalongan sebagai daerah Legenda Batik Indonesia, semakin memperkuat pesona Kota Santri. Atas dasar itulah, kota penghasil batik ini, akan membuat paket wisata lengkap dengan keragaman potensi yang unik untuk menarik wisatawan dalam berkunjung. TAUFIK HIDAYAT, KAJEN BANYAK tokoh batik yang lahir di Kabupaten Pekalongan dan menghasilkan batik terhalus dan terbagus di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda atau 1800-an. Seperti Batik Oey Soe Tjoen yang sudah ada sejak tahun 1825. Bahkan hingga kini, generasi ke-6 dari keluarga Oey Soe Tjoen, masih melanjutkan usaha batik leluhurnya. Makanya, tak heran jika Kabupaten Pekalongan disebut sebagai Kota Legenda Batik Indonesia. Karena batik yang ada di Indonesia, hampir 90 persen berasal dari Kabupaten Pekalongan. “Hal itu terlihat dari motif batik yang ada, berupa flora dan fauna, serta pewarnaan yang cerah yang merupakan ciri khas dari batik pesisiran atau batik Pantura,” kata Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jumat (21/4) kemarin. Bahkan, kata Bupati Asip, meski daerah lain banyak menghasilkan batik dengan keunikan dan keanekaragamannya, namun batik Kabupaten Pekalongan mempunyai ciri khas yang sangat beda dan unik. “Makanya jangan heran, jika Kabupaten Pekalongan mendapatkan predikat sebagai Kota Legenda Batik,” tandasnya. Menurutnya, lebih dari 400 ribu warga Kabupaten Pekalongan hidup dari batik, baik pedagang maupun perajin dan buruh. Sehingga untuk menghidupi industri kerajinan tangan berupa batik tersebut, muncul kreasi-kreasi batik yang bagus dan menarik. “Daerah lain juga memiliki keunikan batik, karena di pesisir Pantura ini, batik menjadi mata pencaharian masyarakat. Kini, batik Pekalongan tersebar di seluruh Indonesia, karena keunikannya tersebut,” kata Bupati Asip. Bupati juga menandaskan bahwa berwisata ke Kabupaten Pekalongan adalah wisata terlengkap yang ada saat ini, mulai dari wisata belanja, wisata di pesisiran dengan keindahan lautnya dan ikan segar dan di Petungkriyono sebagai destinasi wisata baru yang penuh pesona. “Petungkriono sangat terkenal dengan pesona alam yang memukau. Mulai banyaknya air terjun serta satwa dilindungi dengan ekosistem yang alami, seperti Owa Jawa, Lutung, Elang dan lainnya,” tandas Bupati Asip. Bupati juga menegaskan untuk meningkatkan pengunjung datang ke Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan sedang menyiapkan infrastruktur dan fasilitas umum, agar pengunjung merasa nyaman dan senang. Disamping itu, disiapkan masyarakat wisata dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Saat ini, Pemkab bekerjasama dengan pelaku wisata menyiapkan standar mutu pelayanan wisata serta melakukan pengelolaan destinasi wisata. Hasilnya diperuntukkan masyarakat melalui (Pokdarwis). “Kami juga melakukan beragam pembinaan, agar tumbuh sumber daya manusia (SDM) yang sadar wisata dengan kriteria atau standar yang bagus dan bersih dalam memberikan pelayanan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung,” tegas Bupati Asip. Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Dr Marlinda Irwanti menjelaskan bahwa jalan tidaknya potensi wisata di satu daerah, berada di tangan bupati atau wali kotanya selaku pemegang kebijakan. Sehingga, kemajuan wisata tergantung pada kemauan kepala daerah dalam mengembangkannya. Terkait Kabupaten Pekalongan, kata Marlinda, memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai wisata belanja, wisata kelautan hingga wisata alam yang melimpah. Untuk itu, pihaknya mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang gencar dalam mengembangkan paket wisata lengkap, termasuk Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Legenda Baik Indonesia. “Di Kabupaten Pekalongan, tidak hanya memiliki sumber daya alam, tapi ada potensi wisata. Ini yang perlu ditingkatkan. Namun keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tergantung dari wali kota atau bupatinya. Makanya, saya sangat mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang berani melakukan terobosan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada,” jelas Marlinda. (*/ida)

Kabupaten Pekalongan sebagai daerah Legenda Batik Indonesia, semakin memperkuat pesona Kota Santri. Atas dasar itulah, kota penghasil batik ini, akan membuat paket wisata lengkap dengan keragaman potensi yang unik untuk menarik wisatawan dalam berkunjung.

TAUFIK HIDAYAT, KAJEN

BANYAK tokoh batik yang lahir di Kabupaten Pekalongan dan menghasilkan batik terhalus dan terbagus di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda atau 1800-an. Seperti Batik Oey Soe Tjoen yang sudah ada sejak tahun 1825. Bahkan hingga kini, generasi ke-6 dari keluarga Oey Soe Tjoen, masih melanjutkan usaha batik leluhurnya. Makanya, tak heran jika Kabupaten Pekalongan disebut sebagai Kota Legenda Batik Indonesia. Karena batik yang ada di Indonesia, hampir 90 persen berasal dari Kabupaten Pekalongan.

“Hal itu terlihat dari motif batik yang ada, berupa flora dan fauna, serta pewarnaan yang cerah yang merupakan ciri khas dari batik pesisiran atau batik Pantura,” kata Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jumat (21/4) kemarin.

Bahkan, kata Bupati Asip, meski daerah lain banyak menghasilkan batik dengan keunikan dan keanekaragamannya, namun batik Kabupaten Pekalongan mempunyai ciri khas yang sangat beda dan unik. “Makanya jangan heran, jika Kabupaten Pekalongan mendapatkan predikat sebagai Kota Legenda Batik,” tandasnya.

Menurutnya, lebih dari 400 ribu warga Kabupaten Pekalongan hidup dari batik, baik pedagang maupun perajin dan buruh. Sehingga untuk menghidupi industri kerajinan tangan berupa batik tersebut, muncul kreasi-kreasi batik yang bagus dan menarik. “Daerah lain juga memiliki keunikan batik, karena di pesisir Pantura ini, batik menjadi mata pencaharian masyarakat. Kini, batik Pekalongan tersebar di seluruh Indonesia, karena keunikannya tersebut,” kata Bupati Asip.

Bupati juga menandaskan bahwa berwisata ke Kabupaten Pekalongan adalah wisata terlengkap yang ada saat ini, mulai dari wisata belanja, wisata di pesisiran dengan keindahan lautnya dan ikan segar dan di Petungkriyono sebagai destinasi wisata baru yang penuh pesona.

“Petungkriono sangat terkenal dengan pesona alam yang memukau. Mulai banyaknya air terjun serta satwa dilindungi dengan ekosistem yang alami, seperti Owa Jawa, Lutung, Elang dan lainnya,” tandas Bupati Asip.

Bupati juga menegaskan untuk meningkatkan pengunjung datang ke Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan sedang menyiapkan infrastruktur dan fasilitas umum, agar pengunjung merasa nyaman dan senang. Disamping itu, disiapkan masyarakat wisata dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Saat ini, Pemkab bekerjasama dengan pelaku wisata menyiapkan standar mutu pelayanan wisata serta melakukan pengelolaan destinasi wisata. Hasilnya diperuntukkan masyarakat melalui (Pokdarwis). “Kami juga melakukan beragam pembinaan, agar tumbuh sumber daya manusia (SDM) yang sadar wisata dengan kriteria atau standar yang bagus dan bersih dalam memberikan pelayanan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung,” tegas Bupati Asip.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Dr Marlinda Irwanti menjelaskan bahwa jalan tidaknya potensi wisata di satu daerah, berada di tangan bupati atau wali kotanya selaku pemegang kebijakan. Sehingga, kemajuan wisata tergantung pada kemauan kepala daerah dalam mengembangkannya.

Terkait Kabupaten Pekalongan, kata Marlinda, memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai wisata belanja, wisata kelautan hingga wisata alam yang melimpah. Untuk itu, pihaknya mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang gencar dalam mengembangkan paket wisata lengkap, termasuk Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Legenda Baik Indonesia.

“Di Kabupaten Pekalongan, tidak hanya memiliki sumber daya alam, tapi ada potensi wisata. Ini yang perlu ditingkatkan. Namun keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tergantung dari wali kota atau bupatinya. Makanya, saya sangat mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang berani melakukan terobosan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada,” jelas Marlinda. (*/ida)