SUBANGKIT termasuk salah satu pelatih papan atas di pentas sepak bola Tanah Air. Namun musim kompetisi ini, pelatih asal Pasuruan ini rela “turun gengsi” dengan memutuskan memoles PSIS, tim yang berlaga di Liga 2.

Padahal, sebelumnya dia sudah dilirik beberapa tim-tim Liga 1. Namun tekadnya sudah bulat, untuk menerima pinangan manajemen PSIS. “Kenapa saya terima PSIS? Karena saya suka tantangan, dan mewujudkan ambisi PSIS promosi ke Liga 1 adalah tantangan besar buat saya,” tegasnya.

Pelatih kelahiran 29 November 1960 ini sebelumnya pernah menukani tim Persela, Persiwa, Sriwijaya FC dan terakhir Mitra Kukar pada musim kompetisi lalu.

Johan Yoga Utama, salah satu pemain senior PSIS mengaku beruntung dilatih pelatih sekelas Subangkit. “Dia smart dan punya karakter keras. Ini sangat berpengaruh pada penampilan kami di lapangan, semangat kami menjadi berlipat,” ujarnya.

Di jajaran pelatih, coach Subangkit dibantu empat asistennya. Yakni Eko Riyadi dan Dwi ‘Londo’ Setiawan, kemudian Budi Cipto sebagai pelatih kiper dan Ahmad Sofianto sebagai pelatih fisik. (bas/smu)