Jangan Remehkan Tim Ndeso

2012

GELARAN Liga 2 musim 2017 telah resmi digeber 19 April. PSIS bersama 60 tim dari berbagai penjuru negeri ini bersaing ketat memburu tiket promosi Liga 1. Dari delapan grup Liga 1, PSIS bertempur di Grup 4 pada babak awal (penyisihan grup). Tujuh tim rival PSIS adalah Persipon Pontianak, PSIR Rembang, PPSM Magelang, Sragen FC, Persipur Purwodadi, Persiba Bantul dan Persis Solo.

Secara nama besar, PSIS terlihat paling mentereng. Mahesa Jenar pernah menjadi tim terbaik Tanah Air dengan menjuarai Kompetisi Perserikatan 1987 dan Liga Indonesia 1998/1999. Tapi kekuatan tujuh tim pesaing juga tidak bisa dianggap enteng.

PSIR Rembang misalnya, musim ini dibesut putra daerah yang juga eks pemain PSIS Hadi Surento.  Di kubu PSSM Magelang, tim berjuluk Laskar Macan Tidar itu merekrut sejumlah pemain anyar di antaranya mantan kapten PSCS Cilacap Taryono dan eks winger PON Jateng, Ganang Agthiza serta pemain senior Patrick Domal. Persiba Bantul, mengusung pemain-pemain binaan Bantul seperti Johan Manaji, Budiono dan Reja Putra Jaya.

Yang cukup “nggegirisi” adalah Sragen United. Tim yang mengakuisisi Laga FC itu merekrut head coach sekaliber Jaya Hartono. Kemudian sejumlah pemain berpengalaman menjadi andalan, seperti Ramadhan Saputra (Persela), Wismoyo Yudhistio (Persegres), dan Lucky Wahyu (Barito Putra).

Tim tetangga Persipur Purwodadi, tentu perlu diwaspadai karena banyak bermaterikan eks pemain PSIS seperti kiper Yoga Wahyu, bek Heri Susilo, striker Alfebta Dewangga dan Hasan Basri Lohy serta Jordan Foranda.

Sementara tim Persis Solo sangat-sangat layak diwaspadai. Laskar Sambernyawa ini juga diperkuat beberapa eks pemain PSIS. Sebut saja bek Andreantono Ariza, Eli Nasoka, Bakori Andreas dan bek Anam Syahrul. Selain itu Persis saat ini juga dihuni beberapa eks pemain PON Jateng salah satunya Ade ‘Aldo’ Kurniawan.

Sedangkan Persipon musim ini dibesut oleh mantan pemain Arseto Solo dan juga Timnas, Inyong Lolombulan. Mereka mengandalkan semangat pemain lokal Pontianak seperti Felix Firtunata, Hengky Pratama, Hesron dan Herlis Daryanto.

Head coach PSIS, Subangkit mengakui, persaingan di Grup 4 bakal ketat. Namun Subangkit juga menggarisbawahi persiapan timnya telah lebih baik. Total sekitar 12 laga uji coba baik home maupun away telah dilakoni Johan Yoga dkk selama melakoni persiapan sejak bulan Januari 2017 kemarin yang membuat secara teknik dan mental mereka kuat. “Semoga dengan persiapan kami yang lebih awal dibanding tim-tim lain bisa menjadi modal yang bagus. Saat ini kondisi tim sudah sangat siap untuk bertempur. Mudah-mudahan kami bisa mewujudkan target musim ini,” tandasnya. (bas/smu)