Bidik Kasus Korupsi Bansos

1598
Dax Imanuelle Samson Manuputty. (Ahsan Fauzi/Radar Kedu)
Dax Imanuelle Samson Manuputty. (Ahsan Fauzi/Radar Kedu)

TEMANGGUNG—Polres Temanggung tengah menyidik kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos). Belum ada tersangka dalam kasus tersebut. “Kami baru berjalan, mudah-mudahan dalam minggu ini, ekspose ke Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP),” kata Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Suharto, Jumat (21/4) kemarin.

Suharto menyampaikan, pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti. Hanya saja, Suharto enggan menyebut nama instansi atau lembaga yang diduga melakukan penyelewengan. “Instansinya nanti saja kalau sudah jelas. Tetapi barang buktinya sudah kita amankan sebagian.”

Suharto menaksir, jumlah kerugian negara dari bansos diperkirakan lebih dari Rp100 juta. Terkait hal itu, Polres akan berkoordinasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat. Dikatakan, pada 2016 lalu, Polres berhasil mengungkap dua kasus korupsi. Kasusnya kini sudah divonis di Pengadilan Negeri Temanggung. “Yaitu, kasus dana desa dan dana aspirasi. Dua kasus itu sudah selesai. Saya berharap, kasus korupsi bansos bisa segera terungkap dan segera selasai.”

Terpisah, Ketua Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Temanggung, Kompol Dax Imanuelle Samson Manuputty mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan kasus pungli di Temanggung. Meski begitu, pihaknya terus melaksanakan sosialisasi tentang Saber Pungli. Utamanya, kepada guru maupun aparat desa terkait penggunaan dana desa. “Saya berharap dengan adanya Saber Pungli ini, dapat menekan angka pungutan liar di Temanggung,” tegas Waka Polres Temanggung itu. (san/isk)