Terjebak Macet, Penumpang Pesawat Gagal Terbang

Tak Boleh Parkir Lebih 3 Menit

203
TAK NYAMAN: Akses menuju Bandara Ahmad Yani dipenuhi lubang, membut pengunjung tak nyaman. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK NYAMAN: Akses menuju Bandara Ahmad Yani dipenuhi lubang, membut pengunjung tak nyaman. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang mengakui masih menghadapi persoalan kemacetan karena minimnya lahan parkir. Bahkan akibat terjebak kemacetan, tak jarang calon penumpang pesawat terpaksa gagal terbang karena terlambat datang.

Atas kondisi ini, saat ini PT Angkasa Pura I memberlakukan kebijakan parkir di pelataran bandara hanya diberi waktu maksimal 3 menit. Hal itu berlaku bagi semua mobil, baik kendaraan penjemput, maupun pengantar.

“Setiap kendaraan penjemput maupun pengantar di pelataran terminal Bandara Ahmad Yani tidak boleh parkir lebih dari tiga menit,” kata Kepala Humas Angkasa Pura  I Ahmad Yani, Dimyati, kemarin.

Dia mengakui, di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sangat minim lahan parkir. Namun kebiasaan pengguna bandara selama ini adalah memarkir kendaraan di pelataran terminal hingga melebihi ketentuan. Hal ini menyebabkan antrean panjang hingga mengakibatkan kemacetan. “Tidak jarang, calon penumpang pesawat gagal berangkat karena terjebak macet,” ujarnya.

Maka dari itu, kebijakan batasan parkir di pelataran terminal dibatasi hanya maksimal tiga menit. “Sebenarnya, peraturan ini sudah ada sejak lama. Tapi selama ini tidak tersosialisasikan dengan baik, sehingga banyak terjadi pelanggaran. Itu sebenarnya sudah menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) di Angkasa Pura. Namun di Semarang belum berjalan dengan baik,” katanya.

Dijelaskannya, pelataran terminal bandara secara fungsi hanya untuk drop zone dan pick up zone. Sehingga kendaraan tidak diperbolehkan berhenti lama. Kepada calon penumpang pesawat, dia meminta agar bisa datang 45 menit sebelum jam keberangkatan.

Termasuk meminta agar para pengantar dan pengunjung taat aturan yang diterapkan di tiap bandara. “Ini demi pelayanan lebih maksimal, juga terkait kenyamanan pengguna bandara,” imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya mengakui banyak menerima keluhan para calon penumpang pesawat atas banyaknya antrean kendaraan di pelataran Bandara Ahmad Yani. Akibatnya, banyak calon penumpang yang tertinggal penerbangan lantaran sudah terjebak macet di jalan masuk bandara.

Salah seorang calon penumpang, Shafig Pahlevi, merupakan salah satu calon penumpang pesawat yang gagal berangkat akibat terjebak macet menjelang masuk areal Bandara Ahmad Yani Semarang. “Karena macet, saya datang 30 menit sebelum jam pemberangkatan. Tapi sudah tidak bisa terbang,” ujar calon penumpang yang rencananya hendak terbang dengan tujuan Surabaya itu.

Menurutnya, ia sudah berusaha cepat-cepat untuk bisa chek in di bandara. Namun harus bagaimana lagi karena kondisi masuk di areal bandara macet cukup parah. Akibatnya, ia mengalami kerugian uang pembelian tiket pesawat. “Pihak airlines pun tidak bertanggungjawab mengembalikan uang ataupun ikut penerbangan berikutnya, apabila ada calon penumpang yang mengalami kendala kemacetan seperti ini,” katanya. (amu)

Tinggalkan Komentar: