Tak Yakin Tol Bisa Dilewati, Siapkan Jalur Alternatif

950
KEJAR TARGET : Pembangunan jalan tol Pemalang-Batang terus dikebut agar bisa dilewati arus mudik maupun balik Lebaran 2017. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEJAR TARGET : Pembangunan jalan tol Pemalang-Batang terus dikebut agar bisa dilewati arus mudik maupun balik Lebaran 2017. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang tak yakin, proses pembangunan jalan tol Trans Jawa Pemalang-Batang bisa kelar dan dilewati selama musim mudik dan balik Lebaran tahun 2017 ini. Karena itulah, sejak kini disiapkan jalur alternatif bagi pemudik.

“Dalam rapat besar dengan berbagai pihak terkait penggunaan jalan tol, kami baru mendapatkan konfirmasi pasti exit tol Adewerna Tegal yang bisa dilewati 100 persen. Untuk jalur Pekalongan dan Batang, masih disanksikan,” kata Kabid Lalulintas Dishub Batang, Hery Priyo, Kamis (20/4) kemarin.

Diakuinya, pihaknya dan Polres Batang memang sudah menghubungi pengampu proyek dan telah diyakinkan pembangunan akan kelar maksimal H-9 Lebaran. Namun pihaknya masih tetap tidak yakin.

“Selama ini, yang dikonfirmasi hanya petugas di lapangan saja. Sedangkan pimpinan proyek belum ada yang datang dan memberikan pernyataan pasti selesainya pembangunan,” jelasnya.

Sedangkan terkait persiapan jalur mudik, pemerintah sudah menyiapkan beberapa rencana. Di antaranya, exit tol di Kandeman Batang, namun masih terkendala belum pastinya waktu fly over akan dioperasikan. “Jika dipaksakan melalui jalur tol khusus Pemalang-Batang, minimal bisa sampai Gringsing atau Weleri Kendal. Dengan begitu, jalur pantura Pemalang-Batang bisa lebih lancar,” tuturnya.

Kendati nanti jalur tol pun bisa dilewati pemudik, imbuhnya, tetap tidak akan nyaman. Karena masih ada kekurangan sarana dan prasarana. Seperti penerangan jalan, rambu lalulintas dan alat penunjang lainnya.

“Bayangan saya, kalau lewat jalan yang sarana prasarananya lengkap saja (jalur utama pantura) kalau malam dan hujan gelap cukup berbahaya, apalagi jika lewat jalur tol yang belum selesai sepenuhnya,” jelasnya.

Untuk itu, kendati jalan tol bisa dilewati, pihaknya tetap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyiapkan jalur alternatif, khususnya di jalur Batang. Walaupun tetap butuh perbaikan jalan terlebih dahulu. “Kami sudah siap menyambut buangan arus lebaran dari Kota Pekalongan dan sebaliknya, terutama dari jalur alternatif,” ucapnya.

Sedangkan beberapa jalur alternatif yang sudah disiapkan, antara lain jika macet di Subah, ada jalan alternatif lewat Kemiri, Ketanggang sampai Plelen.

Jika di Kota Batang macet, bisa dialihkan ke jalur utara yang dilewatkan jalan baru Pantai Sigandu.

Bahkan, sudah disiapkan sarana dan prasarana, serta alat bantu, rambu penunjuk jalan, dilengkapi jarak dan sarana umum lainnya, seperti SPBU, rumah makan hingga masjid.

“Jalur Batang tetap akan banyak jalan alternatif. Namun, kami tetap harus koordinasi dengan Bina Marga terkait kelayakan jalannya. Sehingga tetap harus diperbaiki, agar pemuda nyaman,” tandasnya. (han/ida)

Tinggalkan Komentar: