Praktik Judi Togel Masih Marak

1112

UNGARAN – Praktik perjudian togel masih dilakukan secara masif di Kabupaten Semarang. Terbukti setelah pihak Polres Semarang mengamankan salah satu pengecer judi togel Singapura, Kamis (20/4) kemarin.

Haryono alias Mansur, 53, warga lingkungan Rowosari, RT 06/ RW 06 Kelurahan Karangjati, Kecamatan Bergas diringkus petugas karena kedapatan menjual togel. Pelaku diamankan saat sedang bertransaksi judi tersebut secara terang-terangan.

Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso mengatakan, sebelumnya juga sudah banyak laporan dari masyarakat tentang aktivitas pelaku tersebut. Banyaknya masyarakat yang resah sehingga pelaku akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. “Pelaku kami ringkus di sebuah warung kopi tempatnya bekerja di Desa Ngimbun, Kecamatan Bergas,” ujar Thirdy.

Penangkapan Haryono ini menjadi bagian dari cerita panjang maraknya praktik perjudian togel di Kabupaten Semarang. Selain meringkus pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti. Antara lain dua bendel kupon judi togel, dua buah pulpen, sebuah HP serta sejumlah uang tunai senilai Rp 270 ribu.

Dijelaskan Thirdy, adapun kronologis penangkapan pelaku yaitu saat petugas tengah melakukan patroli di wilayah Kecamatan Bergas. Saat melintas di sebuah warung kopi di Desa Ngimbun, salahsatu petugas mendapati Haryono secara terang-terangan melakukan transaksi perjudian togel.

Transaksi tersebut dilakukan menggunakan HP dan direkap di secarik kertas. Tak menunggu lama, melihat hal itu petugas langsung meringkusnya. Haryono lantas di keler ke Polsek Bawen untuk dimintai keterangan.

Saat ini, perjudian menjadi salahsatu perhatian khusus Polres Semarang. Disinyalir, di Kabupaten Semarang masih banyak praktik perjudian baik itu togel, ding dong. “Oleh karena itu, tindak pidana perjudian ini menjadi prioritas penindakan selain kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) serta tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor),” jelasnya.

Saat di depan petugas, Haryono berdalih jika ia nekad berjualan togel lantaran kepepet untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Sebab penghasilan dari bekerja di warung kopi ini diakui tersangka tidak cukup untuk menopang ekonomi keluarga.

Namun petugas tidak lantas percaya dengan pengakuannya. Karena beberapa warga setempat mengaku resah dengan adanya praktik perjudian togel di warung kopinya. “Hanya mengandalkan hasil dari warung tidak mencukupi, saya tergiur ikut mencari tambahan penghasilan dengan menjual kupon judi SGP ini,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here