33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Pengguna Medsos Harus Jaga Kewarasan

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Sebagian pengguna media sosial (medsos) boleh dibilang latah. Langsung meneruskan informasi atau berita yang diterima tanpa dikonfirmasi kebenarannya. Bahkan ada yang antusias ingin segera mem-posting informasi yang barusan didapat ke grup medsos.

Fenomena itu lantas dimanfaatkan penebar hoax untuk mengumbar fitnah yang kadang menyisipkan potensi untuk memecahkan keutuhan negara hingga memecah belah. Karena itu, budayawan sekaligus ulama, KH Mustofa Bisri meminta masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyikapi informasi yang dibaca lewat medsos.

”Pengguna media sosial harus terus menjaga kewarasan, jangan sampai orang-orang tidak waras menguasai media sosial dan seolah menjadi sumber kebenaran, padahal tak waras,” kata pria yang akrab disapa Gus Mus ini dalam Sarasehan Nasional ’Melawan Hoax, Mengembalikan Jatidiri Bangsa, di Wisma Perdamaian Semarang, Kamis (20/4).

Gus Mus yang aktif di medos, terutama Twitter, mengingatkan agar semua kalangan memegang teguh jati diri. Pasalnya, jati diri merupakan persoalan kemampuan melakukan peran dalam kehidupan bermasyarakat. ”Ya seperti ini, ulama nggak perlu memimpin demo dan gubernur ya jangan wiridan terus. Gubernur perlu kerja untuk rakyat. Antara ulama dan pemerintah ada tugas masing-masing, nggak perlu berebutan,” ujarnya.

Gus Mus berharap para pemimpin dan pemilik kekuasaan mampu mengatasi kemungkaran. Kadang harus mengulurkan tangan untuk mengatasi kemungkaran. Polisi dan pemerintah jangan mengimbau karena mereka punya daya tekan. ”Mengimbau itu kewajiban ulama,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang juga menjadi salah satu pembicara pada sarasehan tersebut, menilai pengguna medsos di Indonesia terkenal aktif. Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak punya literasi yang memadai untuk mengonfirmasi dan verifikasi mengenai kebenaran sebuah informasi.

Mereka juga malas mengonfirmasi. Malah lebih senang mendramatisasi keadaan lewat meme hingga seolah menjadi kebenaran. Padahal keadaan seperti itu harus dilawan agar hoax tidak merajalela dan perlawanan yang dimaksud bukan dalam arti kekerasan, melainkan memberikan edukasi kepada pengguna media sosial hingga mau menerima kebenaran. ”Memang butuh keberanian, suka tidak suka ada tantangan, namun jangan sampai hoax merajalela,” katanya. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Salurkan Raskin Jatah Desember

TEMANGGUNG – Keluarga penerima manfaat (KPM) beras sejahtera (rastra) atau yang lebih dikenal dengan sebutan raskin alias beras miskin, bisa tersenyum lega. Sebab, penyaluran...

Bongkar Paksa, Pastikan BPN Tak Keluarkan Sertifikat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebuah bangunan yang masih berdiri di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Jalan Unta Raya, dibongkar paksa oleh petugas gabungan dari Dinas...

Dua Calhaj Batang Wafat di Tanah Suci

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dua orang calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 keberangkatan dari embarkasi haji...

Jengkel Dihentikan, Lempar Helm ke Polisi

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Petrus Sanga Lewar, 55, Perum Asli Permai Blok E, Kelurahan Kramatan Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres...

Surat Wali Kota Dipalsu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Direktur Utama PT Pagar Gunung Kencana (PGK), Sartono Sutandi, diduga memalsukan surat Wali Kota Semarang  untuk mendapatkan uang dari para pedagang senilai Rp1,155...

Terekam CCTV, Pencuri Minimarket Dibekuk

BATANG - Har,58, warga  Kelurahan Poncol Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan, ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Batang. Pria paruh baya tersebut, ditangkap karena kepergok mencuri...