Pap Smear Gratis untuk Lawan Kanker

884
WASPADA KANKER : Pencanangan Bulan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dalam rangka Hari Kartini bersamaan seminar kanker serviks yang digagas YKI Cabang Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
WASPADA KANKER : Pencanangan Bulan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dalam rangka Hari Kartini bersamaan seminar kanker serviks yang digagas YKI Cabang Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Magelang menyayangkan masyarakat yang masih percaya pengobatan alternatif untuk memerangi kanker serviks atau kanker leher rahim. Padahal, biaya dan risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan ketika berobat ke dokter.

“Karena mereka itu hanya menjual obat, sehingga menjanjikan kepada penderita bahwa obatnya bisa mencegah kanker dan sebagainya. Yang penting obatnya laku,” kata Ketua YKI Cabang Kota Magelang Sri Redjeki Soelistiyono di sela seminar Bahaya Kanker pada Alat Reproduksi Wanita di Gedung Graha Manggala Hesti RST dr Soedjono Magelang, Rabu (19/4).

Pada akhirnya, penderita kembali berobat ke dokter dalam keadaan yang sudah parah. Padahal, bila kanker terdeteksi sedini mungkin dan mendapatkan penangan benar, kemungkinan sembuh masih cukup besar

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Magelang juga berkomitmen melawan kanker serviks. Di kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan mencanangkan Bulan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dalam rangka Hari Kartini. Masyarakat bisa memanfaatkan program pemeriksaan IVA atau pap smear gratis. “Kami targetkan 400 peserta,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Surmiyati.

Apabila peserta dideteksi terkena kanker leher Rahim, selanjutnya akan diarahkan untuk periksa ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, dan mendapatkan terapi. “Semua pelayanan dijamin oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya. Pelayanan ini khusus untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang memenuhi syarat.

Syarat yang harus terpenuhi, lanjut Surmiyati, peserta khusus perempuan yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual. Serta belum pernah mendapat pemeriksaan IVA/pap smear selama satu tahun belakang. “Peserta membawa fotokopi kartu JKN-KIS dan KTP masing-masing satu lembar,” sebutnya. (put/ton)

Tinggalkan Komentar: