Khataman Alquran, Napi Teteskan Air Mata

362
NUSANTARA MENGAJI: Ratusan warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang tampak khusyuk mengikuti khataman Alquran di Masjid At-Taubah, kemarin (bawah). Seorang peserta khataman meneteskan air mata haru (atas). (FOTO-FOTO: NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NUSANTARA MENGAJI: Ratusan warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang tampak khusyuk mengikuti khataman Alquran di Masjid At-Taubah, kemarin (bawah). Seorang peserta khataman meneteskan air mata haru (atas). (FOTO-FOTO: NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG  – Ratusan warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Kedungpane Semarang tampak khusyuk mengikuti khataman Alquran. Kegiatan bertajuk ”Nusantara Mengaji” itu digelar di Masjid At-Taubah, kompleks Lapas Kedungpane, Kamis (20/4). Kegiatan serupa juga digelar di  Lapas Kelas IIA Wanita Bulu.

Di Lapas Kedungpane, sebanyak 120 narapidana (napi) mengaji bersama  30 santri dari Nusantara Mengaji. Kegiatan tersebut juga dilakukan serentak oleh 50 ribu napi di seluruh lapas di Indonesia. Setiap lapas mengkhatamkan minimal satu juz, sehingga secara nasional mengkhatamkan 30 juz.

Ahmad Zaini, salah satu warga binaan kasus korupsi mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan positif tersebut. Diakui, kegiatannya selama di lapas lebih banyak beribadah dan memasrahkan diri kepada Allah SWT.

”Di sini kita menguji diri, mendekatkan diri kepada Allah. Semoga dengan ikhlas, Allah memberikan kebaikan. Anak istri kita menjadi bagian dari keluarga yang saleh-salihah. Menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan wa rahmah,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Jawa Tengah, Bambang Sumardiyono, menjelaskan, kegiatan khataman Alquran ini sebagai rangkaian kegiatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-53 pada 2017.

”Khataman Alquran dilakukan serentak di semua lapas di Indonesia, termasuk di Jateng. Kegiatan ini juga diikuti para santri Nusantara Mengaji sebanyak 650 orang,” ujarnya.

Ia mengakui, kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bekerja sama dengan Kemenkum HAM. Adapun tujuannya untuk mengingatkan kembali warga binaan terutama yang beragama Islam untuk menjadikan Alquran sebagai panutan hidup.

”Selain itu, agar warga binaan betul-betul menjadi masyarakat yang beragama. Sebelum kawan-kawan (warga binaan, Red) kembali ke masyarakat, kita gugah kembali. Kita ingatkan kembali jati diri manusia supaya ingat dengan yang menciptakan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman, menambahkan, konteks Nusantara Mengaji secara nasional mengajarkan untuk tidak meninggalkan Alquran di tengah kesibukan.

”Tentu kita ingin mengubah pandangan agar lapas bisa diberitakan bahwa situasinya kondusif. Warga dibina dengan baik, mereka juga rajin beribadah. Setiap Jumat pagi juga ada kegiatan menghafal Alquran. Saya yakin banyak yang hadir menghafalkan Alquran,” ujarnya.

Kepala Lapas Kedungpane, Taufiqurrahman, mengatakan, kegiatan khataman Alquran ini masuk dalam program pembinaan kepribadian, khususnya untuk warga binaan yang beragama Islam.

”Di sini ada kegiatan pesantren yang mengajarkan cara membaca dan menghafal Aquran, ilmu fikih, tauhid dan sebagainya. Kegiatan khataman ini merupakan jawaban bahwa lapas memiliki banyak kegiatan positif yang dilaksanakan warga binaan,” katanya.

Kegiatan serupa kemarin juga dilakukan 300 warga binaan Lapas Wanita Bulu Semarang. Dalam kegiatan khataman Alquran itu, para WBP tampak serius menyimak bacaan Alquran. Bahkan tidak sedikit WBP yang meneteskan air mata saat khataman yang dipimpin Ustad Purwanto tersebut. ”Dengan membaca Alquran, diharapkan setelah keluar dari lapas mereka menjadi sadar dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Kalapas Wanita Bulu, Rosnaida.

Sebelum khataman Alquran dimulai, para WBP diberi pelajaran bagaimana membaca Alquran secara tartil. Selanjutnya sekitar pukul 09.00, pembacaan Alquran dimulai. Mereka membaca Alquran secara bergantian. Setelah membaca Alquran, dilanjutkan dengan menyanyi lagu Islami, salah satunya berjudul Tombo Ati.

Salah seorang napi, Hj Nurhayati, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan membaca Alquran secara bersama-sama. Sebab, jika dilakukan sendiri tidak cepat khatam.  ”Kalau membaca sendirian khatamnya lama, tetapi kalau dilakukan serentak, bisa cepat selesai,” katanya.

Napi lainnya, Heni Nur Cahyati, mengatakan, di Lapas Wanita Bulu kegiatan membaca Alquran biasa dilakukan setiap Jumat malam. Sedangkan untuk mengundang ustad, biasanya dilakukan setiap Jumat pagi. ”Latihan membaca Alquran dilakukan setiap Jumat pagi, tetapi kalau Jumat malam belajar sendiri di musala lapas,” katanya. (mg30/hid/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: