Jupe Manis Jadi Penambang Pasir

348
MENAMBANG : Sejumlah wartawan perempuan mencoba merasakan menjadi penambang pasir di Sungai Pabelan, Srowol, Kabupaten Magelang, kemarin. (ist)
MENAMBANG : Sejumlah wartawan perempuan mencoba merasakan menjadi penambang pasir di Sungai Pabelan, Srowol, Kabupaten Magelang, kemarin. (ist)

MUNGKID – Para wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Perempuan Magelang Eksis (Jupe Manis) memperingati Hari Kartini, di Sungai Pabelan, tepatnya di bawah jembatan Srowol , Kabupaten Magelang, Kamis (20/4). Peringatan kali ini, jauh dari busana tradisional atau riasan.

Mereka mencoba merasakan sebagai perempuan buruh penambang pasir tradisional. Mulai dari mencebur ke sungai untuk mencari pasir, hingga mengangkut keranjang pasir yang digendong dengan jarit. “Kita mencari pasir secara manual dengan slenggrong (sekop pasir, red),” kata Ambar, salah satu anggota Jupe Manis, kemarin.

Ia merasakan, pekerjaan para penambang pasir memang cukup berat. Apalagi, bila dikerjakan oleh perempuan. “Kami baru merasakan satu jam, sudah sangat lelah. Tetapi mereka melakoni pekerjaan ini setiap hari, dari pagi sampai siang,” akunya.

Di sepanjang Sungai Pabelan banyak ditemui penambang pasir. Pekerjaan ini juga dilakoni kaum hawa. Meski zaman sudah modern, namun masih banyak perempuan yang berjuang keras untuk menyambung hidupnya. Mereka rela menjadi buruh kasar, demi bertahan hidup.

Seperti diceritakan Mundariyah, 45, warga setempat yang sudah 30 tahun menjadi penambang pasir. Ia tak bisa mencoba pekerjaan lain, karena tak memiliki keterampilan yang bisa diandalkan. “Saya juga tidak pernah sekolah,” akunya sambil menangis.

Setiap hari, dia berangkat pukul 06.00 WIB dan mencari pasir sampai 14.00. Ia mampu mengumpulkan hingga 50 keranjang pasir atau 50 kali pengangkutan. Dia juga sudah kebal dengan teriknya matahari dan dinginnya air sungai. Terkadang, pasir-pasir yang ia kumpulkan tidak laku. “Jadi kalau misal laku, uangnya pas-pasan. Ya gali lubang tutup lubang,” tuturnya lirih.

Dalam kesempatan ini, Jupe Manis menyalurkan bantuan kepada para penambang pasir perempuan. Bantuan ini terkumpul dari para donatur. Yakni, Universitas Muhammadiyah Magelang dan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). (put/ton)

Tinggalkan Komentar: