Guru Agama Katolik Masih Kurang

459
TINGKATKAN MUTU: Pelaksanaan Bimtek Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik. (IST)
TINGKATKAN MUTU: Pelaksanaan Bimtek Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik. (IST)

WONOSOBO – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Wonosobo menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik, Selasa – Kamis (18-20/4). Acara yang dihelat di Rumah Retret Puteri Bunda Hati Kudus Kabupaten Temanggung ini diikuti 20 peserta.

Penyelenggara Katolik Kankemenag Wonosobo YB Budi Utomo menjelaskan, para peserta merupakan guru agama Katolik dan guru sekolah beragama Katolik. Tujuan bimtek ini, selain meningkatan mutu pendidikan agama Katolik, juga dimaksudakan agar terjalin sinergi antara guru agama dengan guru beragama Katolik di sekolah. Sinergi semacam itu dinilainya penting, mengingat guru agama Katolik di Wonosobo masih sangat minim.

“Jadi ketika ada sekolah yang kesulitan mencari guru agama Katolik, guru yang beragama Katolik di sekolah atau berada dekat dengan sekolah harus bersedia jika diminta mengajar oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Kendati demikian, dalam praktik juga harus menerapkan standar pengajaran yang sesuai aturan. “Asal mengajar juga tidak dibenarkan. Anak didik kita, baik yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha berhak mendapat pendidikan agama yang berkualitas,” tandasnya.

Minimnya guru agama Katolik di sekolah kerap menimbulkan berbagai kendala di lapangan. Contoh, saat pelaksanakan UAS (ujian akhir sekolah), karena ketidaktahuan guru, siswa beragama Katolik seringkali diminta mengerjakan soal agama Kristen. Begitupun sebaliknya. Padahal, di dalam soal yang disajikan, terdapat banyak perbedaan.  (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here