Bedah 100 Kandang, Tingkatkan Kesejahteraan Peternak

337
TERIMA PERALATAN: Perwakilan peternak menerima peralatan ternak baru yang diberikan secara simbolis oleh Wagub Jateng Heru Sudjatmoko, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Agus Wariyanto serta Perwakilan dari PT CPI, Suparman. (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG )
TERIMA PERALATAN: Perwakilan peternak menerima peralatan ternak baru yang diberikan secara simbolis oleh Wagub Jateng Heru Sudjatmoko, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Agus Wariyanto serta Perwakilan dari PT CPI, Suparman. (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG )

SEMARANG – Potensi hasil peternakan ayam di Jateng cukup tinggi. Populasi ayam peternak sendiri mencapai 9 juta ekor. Diharapkan potensi tersebut bisa memunculkan kerja sama antara peternak dengan pihak swasta. Tentunya juga bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dalam peresmian program ”Baktimu Negeri Bedah 100 Kandang” yang terselenggara di gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Kamis (20/4).

Program ini diinisiasi oleh PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono, petinggi PT CPI serta ratusan peternak ayam dari wilayah Jateng-DIJ.

Heru Sudjatmoko menyambut baik program bedah kandang dan bantuan peralatan oleh pihak swata tersebut. Diharapkan antara pihak swasta dengan peternak saling menguntungkan. Menurut wagub, selama ini masih banyak keluhan peternak, mulai dari biaya produksi hingga harga jual telur dan ayam yang tidak menentu. Hal tersebut menyebabkan kerugian.

Sehingga ia meminta kerja sama antara PT CPI dan peternak saling simbiosis mutualisme. ”Bibit ayam (DOC) dan pakan dari PT CPI, pembeliannya oleh peternak  dalam jumlah besar. Kemitraan akan lebih bagus manakala yang besar mendukung yang kecil dan juga sebaliknya,” kata wagub.

Sementara itu, Suwardi peternak yang juga sebagai Ketua Pinsar Petelur Nasional wilayah Kabupaten Kendal dan sekitarnya juga menyuarakan keresahannya.

”Kami ingin ada kapal yang membawa jagung langsung ke Pelabuhan Semarang agar tidak ada permainan harga pakan impor. Kami pelaku UMKM ternak berharap perlindungan soal harga telur yang tidak stabil. Kami berharap kepada pemerintah dan pengusaha yang lebih besar tentunya,” ujarnya. Ia menambahkan, harga telur dan daging belakangan turun. Pihaknya merugi namun masih dikejar amnesti pajak.

Pimpinan Pusat PT CPI Suparman, menjelaskan tujuan program bedah 100 kandang ini untuk memajukan kualitas produksi peternak. Sehingga akan mempermudah produksi yang ujungnya akan menyejahterakan peternak dan mengangkat ekonomi masyarakat.

”Biaya produksi untuk seluruh peternak tinggi, swasta tidak mungkin menyubsidi peternak seluruhnya. Langkah yang dilakukan dengan membantu peralatan peternakan misalnya alat pemanas, alat minum yang modern, kipas angin untuk mengalirkan oksigen, sehingga ayam bisa tumbuh maksimal,” urainya.

Sejauh ini pihaknya, sedang menjalankan program tersebut secara nasional 400 kandang. Dan di Jateng 100 kandang yang tersebar di hampir setiap kabupaten.

”Bimbingan teknis dilakukan sampai peralatan yang diberikan kepada peternak bisa benar-benar dipergunakan maksimal,” imbuhnya. (mg30/zal/ce1)

Tinggalkan Komentar: