UU Kebudayaan Perkuat Identitas Bangsa

248
BUDAYA BANGSA: Abdul Kadir Karding menghadiri kegiatan pembukaan ruwat rawat Borobudur di lapangan Sutopati Kecamatan Kajoran, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
BUDAYA BANGSA: Abdul Kadir Karding menghadiri kegiatan pembukaan ruwat rawat Borobudur di lapangan Sutopati Kecamatan Kajoran, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID — Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding menyatakan perkembangan era teknologi dan informasi yang begitu pesat, bisa mengancam nilai-nilai kebudayaan bangsa. Sebagai salah satu benteng memperkuat identitas bangsa, DPR RI saat ini sedang menyelesaikan pembahasan undang-undang tentang kebudayaan.

“Semangat UU Kebudayaan ini adalah untuk menjaga dan memperkuat identitas dan ciri khas bangsa. Undang-undang ini sedang kita bahas dan segera disahkan,” kata Abdul Kadir Karding di sela-sela mengikuti acara rangkaian Ruwat Rawat Borobudur di lapangan Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, kemarin.

Menurut Karding, melalui undang-undang ini, pemerintah ingin memajukan dan menjaga kebudayaan bangsa di tengah peradaban dunia yang semakin kuat. “Jadi kita ke depankan kebhinekaan, keanekaragaman sebagai kekuatan. Kebudayaan daerah dan nasional, menjadi dasar pemikiran,” kata Ferdiansyah.

Karding juga merasa prihatin melihat kondisi masyarakat sekarang yang sudah sangat dipengaruhi oleh kebudayaan luar, tidak ada lagi etika sopan-santun di tengah masyarakat. “Budaya bangsa kita harus diperkuat. Seperti hari ini (kemarin) kebudayan luar biasa menjaga dan merawat tradisi peninggalan bangsa oleh seniman dan warga di Magelang.”

Menurutnya, acara ini memperkaya khasanah budaya Kabupaten Magelang. Karding menilai, Ruwat Rawat Borobudur memiliki dua nilai. Yakni, aspek kebudayaan yang perlu dilestarikan dan pariwisata yang perlu dikembangkan. “Seperti ini juga bisa dijual secara pariwisata. Di negara lain, tidak lebih baik dari ini, tapi justru mampu menyedot wisatawan yang banyak. Maka ssaya berharap ini dikelola dengan baik.”

Pengaggas Ruwat-Rawat Borobudur Sucoro Setrodiharjo mengatakan, pembukaan kegiatan diawali ritual. Setelah itu dilanjutkan kirab budaya diikuti 50 kelompok kesenian. Mereka tampil bergantian menghibur masyararakat di lapangan Sutopati.

Selain Karding, kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Menpar Bidang Multikultural, Hari Untoro Dradjat, Kabid Pemasaran Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Trenggono, muspida, dan ribuan masyarakat. Sejumlah mahasiswa asal Tiongkok juga hadir.

Menurut Sucoro, acara ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengembangan nilai budaya lokal di kawasan Candi Borobudur. Ruwat-Rawat Borobudur digelar mulai 18 April hingga 21 Mei 2017 di kompleks Candi Borobudur dan sejumlah desa di Kabupaten Magelang. Kegiatan ini sekaligus untuk memperingati Hari Pusaka Dunia 2017. (vie/isk)

Tinggalkan Komentar: