UU Kebudayaan Perkuat Identitas Bangsa

327
Pesan Terkirim
MUNGKID–Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding menyatakan perkembangan era teknologi dan informasi yang begitu pesat bisa mengancam nilai nilai kebudayaan bangsa. Sebagai salah satu benteng memperkuat identitas bangsa, DPR RI saat ini sedang menyelesaikan pembahasan undang undang tentang kebudayaan.
“Semangat UU Kebudayaan ini adalah untuk menjaga dan memperkuat identitas dan ciri khas bangsa. Undang-undang ini sedang kita bahas dan segera disahkan,” kata Abdul Kadir Karding di sela-sela mengikuti acara rangkaian ruwat rawat Borobudur di Lapangan Desa Sutopati Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, kemarin.
Menurutnya, melalui undang-undang ini, pemerintah ingin memajukan dan menjaga kebudayaan bangsa di tengah peradaban dunia yang semakin kuat. “Jadi kita kedepankan kebhinekaan, keanekaragaman sebagai kekuatan. Kebudayaan daerah dan nasional, menjadi dasar pemikiran,” ujar dia.
Abdul Kadir Karding juga merasa prihatin melihat keadaan masyarakat sekarang yang sudah sangat dipengaruhi oleh kebudayaan luar tidak ada lagi etika sopan santun ditengah masyarakat.
“Budaya bangsa kita harus diperkuat. Seperti hari ini kebudayan luar biasa menjaga dan merawat tradisi peninggalan bangsa oleh seniman dan warga di Magelang,” katanya.
Menurutnya, acara ini memperkaya khasanah budaya Kabupaten Magelang. Karding menilai Ruwat Rawat Borobudur memiliki dua nilai.
Yakni aspek kebudayaan yang perlu dilestarikan dan pariwisata yang perlu dikembangkan. “Seperti ini juga bisa dijual secara pariwisata. Di negara lain tidak lebih baik dari ini tapi justru mampu menyedot wisatawan yang banyak. Maka ssaya berharap ini dikelola dengan baik,” katanya.
Pengaggas Ruwat-Rawat Borobudur Sucoro Setrodiharjo mengatakan pembukaan diawali ritual dan kemudian dilanjutkan kirab budaya diikuti 50 kelompok kesenian. Mereka kemudian tampil bergantian menghibur masyararakat di lapangan Sutopati.
Selain Abdul Kadir Karding, acara dihadiri Staf Ahli Menpar Bidang Multikultural Hari Untoro Dradjat, Kabid Pemasaran Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Trenggono, Muspida, dan ribuan warga masyarakat. Sejumlah mahasiswa asal China juga hadir.
Menurut Sucoro acara ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengembangan nilai budaya lokal di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang.
Disebutkan Ruwat-Rawat Borobudur digelar mulai 18 April hingga 21 Mei 2017 di Kompleks Candi Borobudur dan sejumlah desa di Kabupaten Magelang. Acara ini juga sekaligus untuk memperingati Hari Pusaka Dunia 2017.(vie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here