Tuding Ada Permainan dari Bank Mandiri

Anggota KSP Intidana Demo Serbahitam

242
TUTUP MULUT: Anggota KSP Intidana saat menggelar aksi tutup mulut di PN Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUTUP MULUT: Anggota KSP Intidana saat menggelar aksi tutup mulut di PN Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana kembali melakukan aksi diam di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (20/4). Aksi tersebut digelar untuk mendukung gugatan KSP Intidana melawan Bank Mandiri yang menahan uang anggota mencapai Rp 27 miliar.

Berbeda dari aksi sebelumnya yang didominasi warna merah, dalam aksi kemarin para anggota KSP Intidana mengenakan pakaian serbahitam lengkap dengan masker penutup mulut dan hidung. Mereka juga mengenakan ikat kepala warna merah bertuliskan ”Save Intidana”.

”Kami mengenakan pakaian serbahitam simbol berkabung. Karena hak kami dirampas oleh Bank Mandiri tanpa alasan yang jelas. Kami pakai masker karena melihat jawaban dari tergugat, rasanya sudah basi dan nggak layak didengar lagi,” kata Ketua KSP Intidana, Budiman Gandi, di sela-sela demo yang dilakukan anggotanya.

Dalam aksi yang diikuti perwakilan kantor cabang KSP Intidana di Jogja dan Jateng ini, mereka juga mengusung spanduk MMT bertuliskan: Bank Mandiri Merampas Hak Kami; Kami Hanya Minta Keadilan Cairkan Rp 27 Miliar Dana Kami; Pak Ganjar…Pak Puspayoga..Pak Jokowi..Tolong Bantu Kami Pak, dan Wahai Bank Mandiri di Mana Nuranimu.”

Budiman menilai, Bank Mandiri telah melanggar SUPR atau Syarat Umum Pemegang Rekening. Ia juga melihat kasus penahanan rekening Rp 27 miliar tersebut sangat aneh, khususnya di pihak Bank Mandiri. Karena legal group yang digunakan hanya di-handle pihak cabang Semarang, dan tanpa legal group dari pusat.

Untuk itu, pihaknya menduga dari Bank Mandiri pusat sudah memahami permasalahan tersebut, sehingga dengan adanya gugatan itu, nantinya keputusannya seolah diserahkan ke pengadilan. ”Ini seolah memang ada permainan, makanya menggunakan gugatan, yang nantinya bisa dari dasar putusan pengadilan,” tandasnya.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah itu ke pengadilan. Menurutnya, atas jawaban pihak Bank Mandiri apabila diperlukan, nantinya akan menghadirkan dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia juga menyesalkan penahanan uang anggota yang dilakukan pihak Bank Mandiri, karena dalam rekening bank tersebut, sudah jelas tertera atas nama KSP Intidana bukan atas nama Handoko (Ketua KSP Intidana lama).

Budiman menyatakan, terkait kepengurusan KSP Intidana saat ini sudah dipilih oleh anggota secara langsung. Ia juga mengatakan, Handoko sudah divonis Mahkamah Agung (MA) dengan pidana selama 4 tahun, termasuk Heni Arcyanthi dan Michael (Bendahara dan Sekretaris) di kepemimpinan Handoko yang ditunjuk tanpa rapat anggota, sudah menyatakan mengundurkan diri dari KSP Intidana.

Untuk itu, Budiman memastikan, kepengurusan KSP Intidana saat ini sudah tidak bisa diganggu gugat. Menurutnya, kepengurusan tersebut sekarang sudah final dan terdaftar di Kementerian Koperasi, bahkan sudah memiliki nomor induk sertifikat koperasi. Karena itu, pihaknya menyesalkan Bank Mandiri yang terus mengindahkan keabsahan yang dimilikinya. Sedangkan terkait homologasi, diakuinya, sudah berjalan dan sudah maju setengah tahun.

”Sekarang homologasi sudah jalan, skema juga kami perbaiki dengan skema lunas, bukan skema dimulai lagi, jadi dualisme kepengurusan sudah jelas tidak ada lagi di KSP Intidana. Terkait gugatan ini memang sebelumnya sudah ada mediasi lebih dari 13 kali. Ada yang memfasilitasi, yakni Wakil Gubernur, Dinas Koperasi‎, deputi dan antarpihak, namun tidak menemukan titik temu,” ungkapnya

Selama sidang berlangsung kemarin, sebagian massa mengikuti di dalam ruang sidang. Mereka sempat kecewa dan berteriak gaduh, karena pihak Bank Mandiri tidak bersedia membacakan jawabannya. Dalam persidangan itu, pihak Bank Mandiri menyerahkan 3 bendel berkas jawaban ke majelis hakim, dan 1 bendel ke kuasa hukum KSP Intidana.

Majelis hakim yang dipimpin Zainal Arifin SH sempat menanyakan terkait mediasi antara para pihak, Menurutnya, majelis masih memiliki kewajiban untuk mendamaikan. Majelis juga menanyakan, apakah perkara tersebut buntu sama sekali, sampai tidak bisa damai.‎

”Coba nanti ketemu dengan pengacara dulu, meskipun sudah lewat masa perdamaiannya, majelis masih memiliki hak melakukan perdamaian,” kata hakim Zainal sembari menutup sidang, dan mengatakan kalau sidang ditunda selama 2 minggu dan dibuka lagi Kamis (4/5) mendatang dengan agenda pembacaan replik dari pihak pengugat. Hakim juga meminta para pihak hadir tanpa dipanggil.

Pihak legal Bank Mandiri Kanwil Semarang, Agus Joko didampingi Brand Manager Bank Mandiri Kawasan Industri Candi, Kantor Cabang Pembantu Gatot Subroto, Nurul Sofa, usai sidang tetap enggan memberi komentar seperti sebelumnya saat ditanya Jawa Pos Radar Semarang.

Di dalam persidangan, Agus Joko menyatakan kalau sebelumnya memang sudah pernah melakukan mediasi, namun tidak ketemu konsep antara para pihak. Ia juga menyatakan, jawabannya sudah dianggap dibacakan karena penggugat sudah diberikan draf jawaban yang dibuatnya. ”Ndak ada komentar, kita mengikuti hasil dalam sidang tadi saja,” kata Agus Joko sembari berlalu. (jks/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: