Resmikan Desa Wisata Gemah Sumilir

1858
DESA WISATA : Perwakilan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan bersama tim BCA saat mengunjungi Desa Wisata Gemah Sumilir, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DESA WISATA : Perwakilan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan bersama tim BCA saat mengunjungi Desa Wisata Gemah Sumilir, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Pengrajin batik Kabupaten Pekalongan, kini akhirnya memiliki wadah untuk berkreasi dan beraktivitas, serta dapat melakukan riset serta memberikan pendidikan batik kepada masyarakat luas. Yakni di Padepokan Gemah Sumilir, Desa Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Rabu (19/4), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan, yang diwakilkan Asisten Pemerintahan Dan Kesra Sekda, Ali Riza, meresmikan Desa Wisata Gemah Sumilir, di Desa Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, untuk menjadi desa wisata belanja.

Ali Riza mengungkapkan sedikitnya ada 354.680 warga Kabupaten Pekalongan, yang hidupnya bergantung pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM) khususnya batik. Untuk menjadikan industri batik agar tetap bertahan, maka perlu adanya wadah atau rumah yang digunakan untuk berkreasi, berpendidikan dan berpromosi, yakni Desa Wisata Gemah Sumilir.

Menurutnya Desa Wisata Batik Gemah Sumilir, didukung dananya dengan menggunakan corporate social responsibility (CSR) Bank Central Asia (BCA) dalam bentuk bantuan infrastruktur dan pelatihan.

“Saat ini jumlah IKM batik di Kabupaten Pekalongan, ada 12.475 dan menyerap 88.670 tenaga kerja. Maka BCA tidak salah jika memilih Kabupaten Pekalongan. Terima kasih kepada BCA dan sukses untuk Gemah Sumilir,” ungkap Ali Reza.

Komisaris BCA, Cyrillus Harinowo, mengatakan Gemah Sumilir mendapatkan bantuan dana CSR dari BCA, serta pelatihan untuk pengembangan desa wisata, agar batik di Kabupaten Pekalongan dapat lebih berkembang, dan berdampak pada kemajuan ekonomi masyakat sekitar.

Menurutnya bukan hanya Desa Wisata Gemah Sumilir saja yang mendapatkan bantuan dari dana CSR BCA, desa wisata lainnya juga mendapatkan. Yakni Desa Wisata Goa Pindul, di Gunung Kidul. Desa Wayang, yakni Desa Wukirsari di Imogiri dan Desa Pentingsari, di lereng gunung Merapi, juga Desa Wisata di Belitung dan Banyuwangi.

“Kami berharap pengembangan IKM batik di Kabupaten Pekalongan, bisa dikombinasikan dengan desa wisata. Terlebih dengan adanya jalan tol, yang akan melintasi wilayah Kabupaten Pekalongan nantinya, akan menarik minat banyak orang untuk berkunjung ke Kabupaten Pekalongan,  untuk berkunjung berwisata di desa wisata dan berbelanja batik,” kata Cyrillus.

Sementara itu, pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Gemah Sumilir, Sunoto Seno, meminta BCA selalu membimbing pemuda karang taruna yang tergabung dalam wadah Gemah Sumilir, agar dapat memajukan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya Gemah Sumilir merupakan wadah bagi warga Kabupaten Pekalongan, untuk memajukan perekonomian daerah, dengan hasil karya kerajinan dengan produk apa pun, yang dapat dijual untuk memajukan ekonomi. “Kami berharap bantuan pemikiran dari semua pihak, untuk pengembangan Desa Wisata Batik Gemah Sumilir,” jelasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here