Proyek Underpass, Jatingaleh Macet

309
MACET PARAH: Para pekerja mulai mengerjakan proyek underpass Jatingaleh di sisi selatan depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Candisari Semarang, kemarin. (bawah) Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Gombel Lama. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MACET PARAH: Para pekerja mulai mengerjakan proyek underpass Jatingaleh di sisi selatan depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Candisari Semarang, kemarin. (bawah) Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Gombel Lama. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Proyek underpass Jatingaleh di sisi selatan atau depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Candisari Semarang telah dimulai. Hal itu membuat tumpukan arus lalu lintas berderet panjang dari arah selatan.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, arus lalu lintas padat merayap mulai Jalan Setiabudi, tepatnya di pertigaan Patung Kuda Undip hingga ujung Jalan Gombel Lama. Antrean panjang cukup parah terutama pada jam sibuk pagi berangkat kerja, dan sore pulang kerja.

Hal itu disebabkan adanya penyempitan jalan di depan kantor KPP Pratama Candisari. Para pengendara motor maupun mobil tidak bisa melewati jalan utama karena sudah ditutup oleh pelaksana proyek underpass Jatingaleh. Mereka hanya bisa melewati jalan baru hasil pelebaran.

”Jalan baru ini hanya bisa dilalui dua lajur mobil. Padahal dari arah Gombel Lama tiga jalur, sehingga terjadi penyempitan arus hingga membuat lalu lintas tersumbat,” kata Andi, salah satu pengemudi mobil, Rabu (19/4).

Selain itu, kata dia, di ujung Jalan Gombel Lama diperparah adanya jalur pertemuan kendaraan dari arah Perumahan Bukitsari dan Jalan Setiabudi. ”Sehingga di jalur tersebut rawan kemacetan dan semrawut,” ujarnya.

Sedangkan di titik di depan kantor PLN Jatingaleh yang biasanya tersumbat justru terpantau cukup lancar. ”Saya baru tahu kalau jalan utama ditutup hari ini (kemarin), kalau tahu begitu saya bisa lewat jalan tol. Biasanya memang tersendat, tapi tidak separah ini,” kata pengendara lain, Rohiman, warga Banyumanik.

Patung Kuda Undip hingga Jatingaleh saja, kata dia, bisa ditempuh selama 1 jam. Tersendat dalam kategori biasa, menurut dia, biasanya hanya kurang lebih 30 menit. ”Ini harus mendapat penanganan. Barangkali pihak berwenang bisa membuat rekayasa lalu lintas agar tidak macet dalam waktu lama. Siapa pun pasti sebal kalau dihadapkan dengan kemacetan lalu lintas seperti ini,” keluhnya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Metropolitan, Danang Triwibowo, mengatakan, pihaknya mengakui adanya gangguan kelancaran lalu lintas. Namun hal itu sulit untuk dihindari. Terlebih memasuki jalur bottle neck di depan kantor pajak.

”Harus bagaimana lagi, memang saat ini sudah mulai pengerjaan pembangunan underpass sisi selatan. Begitu jalan utama ditutup, kendaraan dilewatkan jalan yang dilebarkan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya menilai hal itu bukan kemacetan parah. Melainkan terjadi ketersumbatan arus lalu lintas, sehingga mengakibatkan antrean kendaraan. ”Hanya antrean dari tiga jalur menjadi dua jalur,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk pembangunan underpass sisi selatan saat ini masih tahap penggalian pemasangan tiang pancang. Bersamaan itu, juga sudah mulai dikerjakan pembangunan untuk flyover. ”Yakni akan dimulai dengan pengurukan tanah setinggi 5-6 meter. Untuk fondasi dan pemasangan tiang pancang mulai dikerjakan minggu depan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk underpass di sisi utara atau di pertigaan Jalan Ksatrian-Teuku Umar saat ini sudah selesai untuk pemasangan girder dan toping atas. ”Ditargetkan, pembangunan selesai bulan Agustus, underpass diharapkan sudah bisa dilalui,” katanya. (amu/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: