Pertahankan Eksistensi Pasar Tradisional

1452
MENANTI PEMBELI: Pedagang Pasar Bintoro menjajakan ikan segar di lapak lesehan. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
MENANTI PEMBELI: Pedagang Pasar Bintoro menjajakan ikan segar di lapak lesehan. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– Keberadaan pasar tradisional tetap dibutuhkan masyarakat. Sebab, dengan pasar inipula, interaksi warga yang berbelanja dapat terjalin dengan baik. Dengan demikian, pemerintah terus berupaya bagaimana pasar tradisional di Demak juga menjadi perekat yang baik dalam masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan dan UKM, Pemkab Demak, Siti Zuarin mengatakan, jumlah pasar tradisional di wilayah Demak mencapai 19 unit, termasuk pasar hewan yang ada di Karangtengah dan Gajah. “Pasar tradisional sangat penting karena ada interaksi sosial secara langsung oleh masyarakat di dalamnya,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini memang sudah banyak swalayan modern. Bahkan, sudah ada yang berdiri lama dan telah beroperasi, ada yang proses perizinan  dan lainnya. Di Demak sendiri ada sekitar 93 kuota untuk pendirian toko modern ini. 20 unit diantaranya masih dalam proses perizinan. “Meski bermunculan banyak toko modern, tapi kita berharap pasar tradisional tetap menjadi perekat masyarakat,” katanya. (hib/zal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here