Perekonomian Belum Berdasarkan Pancasila

KRITISI EKONOMI: Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono memberikan paparan pada ”Sosialisasi 4 Pilar MPR RI” di Hotel Puri Garden Semarang, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KRITISI EKONOMI: Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono memberikan paparan pada ”Sosialisasi 4 Pilar MPR RI” di Hotel Puri Garden Semarang, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sistem perekonomian yang diterapkan Indonesia saat ini dianggap belum sesuai Pancasila. Salah satu indikatornya, setelah sekian tahun merdeka, kesenjangan si kaya dan si miskin justru semakin lebar. Selain itu, sekitar 1 persen penduduk menguasai 50 persen aset yang dimiliki bangsa ini.

Hal tersebut dikatakan Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Bambang Sadono saat ”Sosialisasi 4 Pilar MPR RI” di Hotel Puri Garden Semarang, Rabu (19/4). Anggota DPD RI asal Jateng tersebut mengatakan setelah reformasi, kesenjangan antara masyarakat justru semakin besar. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan 1 persen kaum elite di Indonesia, menguasai 50 persen sumber kekayaan. ”Pertumbuhan ekonomi yang mendekati 5 persen dalam 2 tahun terakhir ternyata lebih menguntungkan orang-orang kaya. Bahkan ketimpangan ekonomi Indonesia masuk peringkat empat dunia,” tandasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan negara belum mampu menyejahterakan masyarakat secara merata. Dia mencontohkan pelayanan program BPJS yang masih semrawut. Padahal lanjutnya, ketimpangan sosial yang memburuk menimbulkan efek domino. Di antaranya ancaman munculnya radikalisme. ”Kita harus kritis. Kalau perlu mengoreksi karena keadilan sosial memang belum tercipta,” paparnya.

Ideologi Pancasila lanjutnya, harus dikuatkan dan dipertegas secara konstitusional serta yuridis. Negara, termasuk pemerintah daerah diminta mengambil peran untuk mengatasi kemiskinan. ”Ekonomi Pancasila itu identik dengan koperasi. Tapi buktinya koperasi kita mati semua. KUD sudah tidak bisa menyalurkan pupuk. Pupuk kini dijual oleh tengkulak,” tandasnya. (ric/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here