Laporkan Penyidik ke Propam

Dianggap Tak Profesional

182

SEMARANG – Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Semarang Selatan dilaporkan oleh lembaga bantuan hukum Peradi Semarang ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah. Alasan pelaporan ini, Peradi menilai penyidik tidak profesional dalam menjalankan maupun penegakan hukum terhadap penanganan kasus dugaan penggelapan.

Terduga bernama bernama Achmadi, 39, warga Jalan Sri Widodo X RT 06 RW 01, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan. Dia ditangkap petugas di Jalan Sompok Semarang pada Rabu (19/4) kemarin.

Ketua Peradi Semarang Theodorus Yosep Parera mengatakan menjelaskan Achmadi ditangkap kemudian langsung dibawa ke Mapolsek Semarang Selatan. Dia dijadikan tersangka atas kasus dugaan penggelapan di PT Union Box. Achmadi merupakan sopir perusahaan tersebut.

”Ternyata penetapan tersangka itu belum ada barang buktinya. Soal kerugian pasti penggelapan itu juga belum dapat disimpulkan,” ungkap Parera usai keluar dari ruang Bid Propam Polda Jateng, Rabu (19/4) kemarin.

Selain itu, sejak dilaporkan pada 17 Maret 2017 lalu, Achmadi tidak pernah diperiksa sebagai saksi ataupun tersangka dan tiba-tiba ditangkap. Yosep memandang hal ini juga bertentangan dengan Putusan MK Nomor 21/2014.

”Penangkapan kemudian dibiarkan begitu saja di Mapolsek tanpa langsung diproses juga bentuk intimidasi. Laporan ini harapannya sebagai koreksi, agar masyarakat tidak lagi mendapat intimidasi, kesewenang-wenangan dari penyidik Polri,” jelasnya.

Menurut Parera atas ketidakprofesionalan dalam penangkapan tersebut, pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Bid Propam Polda Jateng. Bahkan, surat pelaporan itu juga ditembuskan kepada Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji.

”Yang dilaporkan seluruh penyidik yang terkait, soal nanti yang terbukti melakukan kesalahan siapa, ketidakprofesionalan dalam bertugas siapa, nanti tergantung hasil pemeriksaan Propam. Kami independen mendampingi masyarakat luas, tujuannya sebagai koreksi terhadap penegak hukum,” tegasnya.

Parera menilai ada kesalahan saat proses pra-ajudikasi terhadap Achmadi. Menurutnya, hal ini melanggar prosedur sesuai Peraturan Kapolri 11/2014 dan KUHAP sebagai Undang-Undang patokan yang paling atas. ”Kami dalam waktu dekat juga akan mengajukan praperadilan atas perkara itu,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Budi Haryanto, mengaku sudah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan ketidakprofesionalan penyidik Unit Reskrim Polsek Semarang Selatan, dalam bertugas menangani perkara yang menyeret Achmadi sebagai tersangka itu.

”Sudah diterima laporannya. Nanti kita turunkan tim untuk mengetahui pelanggarannya,” tegasnya. (mha/zal/ce1)

Tinggalkan Komentar: