Kota Magelang Terima Anugerah Pangripta Abhipraya

SELAMAT: Wali Kota Magelang Sigit Sigit Widyonindito saat menerima Anugerah Pangripta Abhipraya Tahun 2017 dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (DOK HUMAS PEMKOT MAGELANG)
SELAMAT: Wali Kota Magelang Sigit Sigit Widyonindito saat menerima Anugerah Pangripta Abhipraya Tahun 2017 dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (DOK HUMAS PEMKOT MAGELANG)

MAGELANG – Pemkot Magelang menerima penghargaan Anugerah Pangripta Abhipraya Tahun 2017 dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menerima penghargaan ini secara langsung, saat Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Jateng tahun 2018, di Semarang, Rabu (19/4).

Kota Magelang meraih penghargaan sebagai harapan I. Untuk terbaik I diraih Kota Pekalongan disusul Kota Surakarta (terbaik II) dan Kabupaten Banyumas (terbaik III). Kemudian Kota Semarang sebagai harapan II dan Kabupaten Banjarnegara (harapan III).

Sigit mengatakan, penghargaan ini diterima karena Kota Magelang memiliki dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang baik. “Penghargaan ini untuk masyarakat Kota Magelang yang telah menyumbang saran, dan pemikiran-pemikiran untuk membangun kota,” kata Sigit, kemarin.

Ia akui, penghargaan ini bertujuan mendorong setiap daerah untuk menyiapkan dokumen rencana pembangunan secara konsisten, komprehensif, terukur dan dapat dilaksanakan. Tak kalah penting adalah implementasinya. “Harus bermutu, dan harus lebih baik,” imbuhnya.

Sigit mengatakan, dalam penyusunan RKPD, masukan warga menjadi prioritas untuk rencana kegiatan pembangunan baik fisik maupun nonfisik. Prosesnya mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, sampai di tingkat kota. “Ini jadi penyemangat kami, agar makin baik dalam melayani masyarakat,” akunya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang Joko Soeparno menerangkan, dalam penyusunan RKPD Kota Magelang tahun 2017, tetap menjaga keseimbangan anatara top down dan bottom up planning. Artinya, kebijakan pusat dan provinsi tetap terdukung. Di sisi lain aspirasi masyarakat melalui Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan juga tetap menjadi prioritas. “Kami menekankan aspek inovasi kebijakan kota secara makro,” tambahnya.

Joko mencontohkan, program Magelang Sejuta Bunga, untuk menjaga keindahan dan kebersihan kota. Baik dengan pengembangan bank sampah, maupun kampung organik. “Lalu, untuk menjaga ketertiban pedagang, kita terus menata PKL Kuliner,” terang Joko.

Kemudian, mengunggulkan pelayanan dasar dengan meningkatkan anggaran pendidikan dan kesehatan. Contohnya dengan mengalokasi anggaran pendidikan gratis serta keterbukaan informasi juga menjadi program dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Salah satunya dengan publikasi melalui berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun media sosial. Kami juga tidak alergi kritik.” (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here