Kirab Seribu Bendera Merah Putih Tangkal Radikalisme

878
PERKUAT NASIONALISME: TNI dan masyarakat kirab seribu bendera merah putih untuk memperkuat nasionalisme, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
PERKUAT NASIONALISME: TNI dan masyarakat kirab seribu bendera merah putih untuk memperkuat nasionalisme, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– Pawai ta’aruf panjang jimat kalimasada yang mengusung tema kibar 1.000 sang saka merah putih untuk kejayaan negeri  di Desa Waru, Kecamatan Mranggen kemarin  berlangsung meriah.

Berbagai elemen  khusunya TNI dari Kodim 0716 Demak, Polri, masyarakat, pelajar, ormas, perkumpulan dan organisasi masyarakat ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kirab yang diberangkatkan oleh Dandim  Letkol Inf Agung Udayana diikuti lebih kurang 1.500 orang.

Diawali dari halaman rumah Ustad Muhammadun (Pengasuh Majelis Kanzul Ulum) dengan melewati perempatan Pasar Waru kearah ke kanan menuju Desa Tegal Arum. Selanjutnya menuju ke arah Desa Ngemplak terus ke masjid Dukuh Sandan serta berakhir di SDN 1 Waru. Sejumlah warga dan pelajar sejak pagi hari telah membuat pagar betis berjejer di pinggir jalan untuk menyambut jalannya kirab ini. Kirab ini merupakan wujud untuk menangkal penyebaran bahaya radikalisme dan terorisme. Sebab, aliran ini sedang marak terjadi.“Melalui kegiatan kirab ini kita tanamkan nilai cinta pada tanah air dan bangsa Indonesia,” ujar Dandim.

Dalam kirab ini, selain membawa bendera merah putih juga ada iring iringan pawai menampilkan budaya lokal daerah. Ini yang menjadi daya tarik tersendiri karena dalam acara sebelumnya belum pernah ditampilkan.

“Kirab merah putih yang berlangsung dalam satu tahun sekali menjadi momen yang menarik bagi warga dan pelajar Demak. Pawai ini merupakan rangkaian dari kegiatan Maulidur Rasul dan Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani,” jelasnya.

Dandim mengatakan, acara ini menarik karena di padukan dengan budaya lokal, yaitu pendekatan kultural. Menurutnya, pendekatan kultural diyakini mampu menjadi alternatif dalam mencegah dan membendung paham radikalisme dan terorisme karena ia menyentuh langsung ke akar masalahnya.

“Antara lain, terkait dengan masalah lokal, seperti soal kebijakan, keterasingan, dan kemiskinan serta dapat memberikan pelajaran bagi para masyarakat dan pelajar untuk cinta pada Negara Kesatuan RI. Kegiatan sangat positif dan perlu didukung oleh semua pihak, baik pemerintah dan semua lapisan masyarakat,” katanya. (hib/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here