Kantor Gubernur Tak Ramah Difabel

SEMARANG – Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar fasilitas publik belum ramah difabel. Termasuk di kantor pemerintahan. Praktis, penyandang disabilitas mengalami kesulitan jika ingin menemui pejabat.

Hal tersebut dikatakan Didik Sugiyanto, penyandang tunadaksa dalam Musrenbang di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (19/4). Dia mewakili kaum difabel meminta pemerintah melakukan perencanaan pembangunan yang lebih ramah terhadap penyandang disabilitas.

Di hadapan Gubernur Jateng, dia mengaku pernah ngudo roso kepada pejabat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng terkait hal tersebut. Tapi hingga saat ini, belum ada respons. ”Mumpung ketemu Pak Gubernur, saya mau langsung menyampaikan. Intinya, kami meminta fasilitas publik, termasuk kantor pemerintahan harus ramah difabel. Termasuk fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengakui jika kantornya memang belum layak diakses penyandang disabilitas. ”Ini contoh salah satu, kantor pemerintah yang tidak ramah pada disabilitas ya (kantor gubernur) provinsi ini, termasuk ruang kerja saya di lantai dua,” katanya.

Selama ini, hanya teras kantor Gubernur Jateng saja yang menyediakan akses khusus pengguna kursi roda. Kalau menuju ke ruangan gubernur yang terletak di lantai 2, para difabel bisa memanfaatkan lift karena tangga darurat memang tidak menyertakan jalan khusus. Sementara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, juga hanya bisa diakses mereka yang normal saja.

Ganjar pun berencana akan merombak sebagian kantornya dengan memberikan akses khusus difabel. Dia pun meminta jajarannya untuk menyiapkan anggaran. Tidak hanya di kantor gubernur saja, tapi juga kantor pemerintahan lain di seluruh kabupaten/kota di Jateng.

”Ketika akan ada rehab, tolong dianggarkan, tapi kalau buat baru tolong langsung atau otomatis dibuat. Saya kira para pengembang mal atau fasum (fasilitas umum) lain juga harus mempertimbangkannya,” katanya.

Menurutnya, di sejumlah gelaran Musrenbangwil di beberapa daerah di Jateng, kebanyakan warga mengeluhkan akses disabilitas. ”Ini harus dikeroyok bareng-bareng. Jateng harus ramah difabel,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here