Jalan Longsor, Sekolah Terancam

198
MENGUNDANG BAHAYA: Sejumlah siswa SD Sukorejo 03 Gunungpati melewati jalan depan sekolah yang longsor. (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGUNDANG BAHAYA: Sejumlah siswa SD Sukorejo 03 Gunungpati melewati jalan depan sekolah yang longsor. (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kurang sebulan pelaksanaan ujian nasional (unas) tingkat SD pada Mei mendatang, para siswa SD Negeri Sukorejo 03, Gunungpati, Semarang dihantui rasa waswas oleh longsornya jalan depan sekolah. Sebab, jalan di tepi Kali Gribik itu tinggal menyisakan lebar satu meter.

Seorang warga sekitar, Santoso, 45, menerangkan, awalnya jalan tersebut ambles sekitar sebulan lalu.  Namun sekarang sudah benar-benar longsor. Jalan yang longsor semakin meluas dan hanya menyisakan kurang lebih satu meter.

Dikatakan, jalan yang longsor itu memang sudah ditangani Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Bahkan sudah dua kali dilakukan penggurukan dengan alat berat. Namun perbaikan sia-sia, lantaran tanah uruk kembali hilang setelah bronjong bambu di bawahnya hilang tergerus banjir Kali Gribig di bawahnya.

”Sepengetahuan saya sudah dua kali ditangani, namun masih longsor. Itu kan karena hujan dan aliran sungai yang berbelok tepat mengarah ke jalan yang longsor ini,” kata Santoso kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (19/4).

Menurut Guru SDN Sukorejo 03, Sartini, talut bambu dan timbunan tanah itu tergerus banjir lantaran ada sawah di bantaran sungai. Keberadaan sawah itu, membuat aliran sungai berbelok arah menuju pinggiran jalan yang menyebabkan hilangnya bronjong yang pernah dipasang untuk menahan tumpukan tanah dalam karung.  ”Solusinya ya harus ditalut permanen, dan aliran sungai diluruskan, sehingga jika banjir, arus air tidak mengarah ke jalan yang longsor ini,” jelasnya.

Sartini khawatir, longsor akan meluas hingga mengenai pagar dan bangunan sekolah. Selain itu, pihaknya khawatir kondisi tersebut akan mengganggu konsentrasi siswa menghadapi unas pada Mei mendatang. ”Jelas khawatir, Mas. Karena kalau tidak hati-hati, anak-anak bisa jatuh terperosok ke sungai,” ucapnya.

Pihak sekolah sendiri berencana membuka akses masuk ke kompleks SDN Sukorejo 03 lewat pagar belakang. ”Rencananya, pagar belakang mau dibuka buat jalan masuk. Antisipasinya ya begitu, biar aman,”    katanya.

Dikatakan, saat ini jumlah siswa sekolahnya 214 anak. Praktis, setiap jam sekolah, pihak guru harus mengawasi ketat siswanya agar tidak bermain keluar karena kondisinya membahayakan. ”Pada jam sekolah masih tanggung jawab kami. Anak-anak kami larang keluar dari pagar. Bahkan sekarang orang tua siswa banyak yang mengantar dan menjemput setelah jalan depan sekolah longsor,” ujarnya. (mg30/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: