33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Jalan Longsor, Sekolah Terancam

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Kurang sebulan pelaksanaan ujian nasional (unas) tingkat SD pada Mei mendatang, para siswa SD Negeri Sukorejo 03, Gunungpati, Semarang dihantui rasa waswas oleh longsornya jalan depan sekolah. Sebab, jalan di tepi Kali Gribik itu tinggal menyisakan lebar satu meter.

Seorang warga sekitar, Santoso, 45, menerangkan, awalnya jalan tersebut ambles sekitar sebulan lalu.  Namun sekarang sudah benar-benar longsor. Jalan yang longsor semakin meluas dan hanya menyisakan kurang lebih satu meter.

Dikatakan, jalan yang longsor itu memang sudah ditangani Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Bahkan sudah dua kali dilakukan penggurukan dengan alat berat. Namun perbaikan sia-sia, lantaran tanah uruk kembali hilang setelah bronjong bambu di bawahnya hilang tergerus banjir Kali Gribig di bawahnya.

”Sepengetahuan saya sudah dua kali ditangani, namun masih longsor. Itu kan karena hujan dan aliran sungai yang berbelok tepat mengarah ke jalan yang longsor ini,” kata Santoso kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (19/4).

Menurut Guru SDN Sukorejo 03, Sartini, talut bambu dan timbunan tanah itu tergerus banjir lantaran ada sawah di bantaran sungai. Keberadaan sawah itu, membuat aliran sungai berbelok arah menuju pinggiran jalan yang menyebabkan hilangnya bronjong yang pernah dipasang untuk menahan tumpukan tanah dalam karung.  ”Solusinya ya harus ditalut permanen, dan aliran sungai diluruskan, sehingga jika banjir, arus air tidak mengarah ke jalan yang longsor ini,” jelasnya.

Sartini khawatir, longsor akan meluas hingga mengenai pagar dan bangunan sekolah. Selain itu, pihaknya khawatir kondisi tersebut akan mengganggu konsentrasi siswa menghadapi unas pada Mei mendatang. ”Jelas khawatir, Mas. Karena kalau tidak hati-hati, anak-anak bisa jatuh terperosok ke sungai,” ucapnya.

Pihak sekolah sendiri berencana membuka akses masuk ke kompleks SDN Sukorejo 03 lewat pagar belakang. ”Rencananya, pagar belakang mau dibuka buat jalan masuk. Antisipasinya ya begitu, biar aman,”    katanya.

Dikatakan, saat ini jumlah siswa sekolahnya 214 anak. Praktis, setiap jam sekolah, pihak guru harus mengawasi ketat siswanya agar tidak bermain keluar karena kondisinya membahayakan. ”Pada jam sekolah masih tanggung jawab kami. Anak-anak kami larang keluar dari pagar. Bahkan sekarang orang tua siswa banyak yang mengantar dan menjemput setelah jalan depan sekolah longsor,” ujarnya. (mg30/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gunakan Limbah Temu Lawak yang Mudah Didapat dan Murah

RADARSEMARANG.COM - Telur itik merupakan salah satu produk ternak yang diminati masyarakat. Tapi, kandungan kolesterol yang cukup tinggi seringkali bikin konsumen khawatir. Tiga mahasiswa...

Nasabah Polisikan PT Andalan Finance

PEKALONGAN - Merasa diperlakukan sewenang-wenang oleh leasing PT Andalan Finance, lembaga pemberi kredit kendaraan bermotor, sang nasabah, Kusmaningsih warga Poncol Baru, Poncol, Pekalongan Timur...

Polisi Lepaskan Joki Masuk Perguruan Tinggi, Setu Abdul Hadi Hanya Wajib Lapor

SEMARANG - Setu Abdul Hadi, 24, joki ujian masuk kedokteran Unissula akhirnya dilepas oleh penyidik. Mahasiswa semester delapan Fakultas Mipa Universitas Semarang (Unnes) ini...

Ramadan, Satpol PP Gencarkan Operasi Molimo 

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus menggalakkan operasi molimo (M5) selama Ramadan ini. Terutama untuk peredaran minuman keras (miras) maupun...

Tandai Lubang Jalan Pantura

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Anggota Satuan Polisi Lalu lintas Polres Batang rutin ‘berburu’ jalan berlubang di pantura Batang. Hal ini disadari untuk menekan angka kecelakaan...

Ratusan Petani Tebu Beralih ke Jagung

KENDAL—Tutupnya pabrik gula atau Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring membuat petani tebu di Kendal Kelimpungan. Bahkan ratusan petani tebu di Kabupaten Kendal Jawa Tengah...