Dewan Tolak Pembangunan Tol Sementara

Sedot Rp 72 Miliar

PROYEK jalan tol Batang-Semarang Seksi V, Kaliwungu-Krapyak Semarang terus berjalan. Pantauan di lapangan kemarin, pengerjaan proyek tol sudah mencapai wilayah Kalipancur, Ngaliyan, Semarang. Sejumlah alat berat dan pekerja sibuk melakukan pengerukan tanah dan pembongkaran rumah warga. (*) (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
PROYEK jalan tol Batang-Semarang Seksi V, Kaliwungu-Krapyak Semarang terus berjalan. Pantauan di lapangan kemarin, pengerjaan proyek tol sudah mencapai wilayah Kalipancur, Ngaliyan, Semarang. Sejumlah alat berat dan pekerja sibuk melakukan pengerukan tanah dan pembongkaran rumah warga. (*) (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SEMARANG – DPRD Jateng menyorot rencana pemerintah membuat jalan tol sementara dari Brebes Exit (Brexit) hingga Weleri Kendal. Sebab, anggaran yang digelontorkan cukup besar mencapai Rp 72 miliar. Sementara tol sementara di seksi Batang-Semarang tersebut dengan panjang 31 kilometer hingga keluar di Weleri.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, mengatakan, jalan tol ini sejatinya dibangun untuk meneruskan jalan tol permanen yang belum selesai guna menampung arus mudik karena pemerintah sedang berupaya menghubungkan kedua titik tersebut guna memecah kemacetan. Namun anggaran yang digelontorkan terlalu besar untuk sekedar jalan sementara. ”Itu hanya untuk 20 hari operasi Lebaran dan konstruksi jalan akan dibongkar lagi setelah Lebaran,” katanya.

Ia menambahkan, sepanjang 120 kilometer panjang ruas jalan tol Brexit sampai Weleri baru 50 persen yang sudah permanen yakni sekitar 60 kilometer. Artinya akan dibangun 60 kilometer jalan sementara. ”Jika biaya per kilometer harganya kira-kira Rp 1,2 miliar, total Rp 72 miliar untuk anggaran habis pakai, ini terlalu besar,” tambahnya.

Megaproyek tol Batang-Semarang sepanjang 74,2 kilometer tersebut dibangun sejak Agustus 2016 dengan target waktu pelaksanaan selama 793 hari. Proyek tersebut terdiri atas 5 seksi yakni seksi pertama Batang – Tulis sepanjang 3,2 kilometer, seksi 2 Tulis – Weleri sepanjang 36,35 kilometer, seksi 3 Weleri – Kendal 11,05 kilometer, seksi 4 Kendal – Kaliwungu 13,5 kilometer, dan seksi 5 Kaliwungu – Semarang sepanjang 10,1 kilometer. ”Saya kira pembangunan jalan sementara itu hanya buang-buang uang. Harus dikaji ulang, eman-eman uangnya,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichardl.

Ia berharap anggaran itu bisa dialokasikan untuk pembangunan jalan lain misalnya seperti pantura maupun jalur selatan. Dari asas kemanfaatannya jelas lebih terlihat. Jangan hanya karena pencitraan, pembangunan dipaksakan habis itu dibongkar lagi. ”Tidak usah dipaksakan, anggaran bisa dialihkan agar jalan di Jateng bagus dan kemacetan berkurang,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here