Bank Jateng Masih Setengah Hati

Salurkan Kredit Mitra 25

358

SEMARANG – Komisi B DPRD Jateng mendesak program penyaluran kredit ”Mitra 25” lewat Bank Jateng untuk UMKM bisa diperbaiki. Sebab, ada beberapa kendala internal dan eksternal yang menjadikan pelaksanaan program tersebut tidak begitu sukses di sejumlah tempat.

Ketua Komisi B DPRD Jateng M. Chamim Irfani mengatakan secara internal terkait target yang dibebankan masing-masing kantor cabang. Pasalnya masing-masing kantor cabang dialokasikan Rp 10 miliar. Ternyata tidak semua cabang bisa mencapai target itu. ”Seperti contoh di Salatiga atau daerah-daerah yang memiliki wilayah kecil seperti Kota Pekalongan, Solo, Kota Tegal. Semestinya alokasinya jangan Rp 10 miliar, terlalu besar untuk daerah kecil,” katanya.

Dia berharap tidak semua daerah dialokasikan sama. Masalah tersebut akan segera dibahas bersama Bank Jateng.

Sementara kendala eksternal terkait agunan atau jaminan. Masalah itu dilontarkan anggota Komisi B Riyono dan Romly Mubarok. Riyono mengemukakan, dari awal Bank Jateng tidak memberikan keputusan yang jelas apakah program Mitra 25 tersebut menggunakan agunan atau tidak. Masyarakat atau kelompok usaha yang ditemui di lapangan kerap kali mengaku sulit mengajukan pinjaman lewat Mitra 25 di Bank Jateng karena terbentur agunan. Padahal Gubernur Ganjar Pranowo sejak awal menyatakan program kredit bunga 7 persen itu tanpa agunan.

”Saat sosialisasi pun masalah agunan tidak pernah disinggung. Semestinya, kalau program ini tidak ada agunannya, bilang saja kepada masyarakat kalau tidak ada agunannya. Saya melihat, Bank Jateng masing setengah-setengah,” ucapnya.

Romly pun secara tegas mengemukakan, secara hukum Bank Jateng bisa salah dalam menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. ”Ini program tanpa agunan, kenapa tidak dikemukakan sejak awal kepada masyarakat,” jelasnya.

Chamim menegaskan masalah agunan juga akan dibawa ke rapat besar dengan Bank Jateng. Dia berharap ada revisi peraturan untuk memudahkan masyarakat mengajukan kredit tanpa agunan. Demikian juga dengan Bank Jateng dalam menyosialisasikan program kredit, pertama yang dikemukakan adalah tidak ada agunan. (ric/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here