Atasi Rob, Gandeng Akademisi Belanda

1289
TEKEN MOU : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, usai melakukan kerjasama dengan Rotterdam University of Applied Sciences, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TEKEN MOU : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, usai melakukan kerjasama dengan Rotterdam University of Applied Sciences, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Meski dalam keadaan berduka, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi tetap menyempatkan diri untuk melakukan tugas kedinasan di rumah duka, di Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni dengan menerima tamu untuk urusan dinas. Salah satunya perwakilan Rotterdam University of Applied Sciences.

Tamunya adalah tim ahli dari Belanda bersama rombongan, yang akan melakukan penelitian dan pengkajian untuk penanganan rob di Kabupaten Pekalongan. Hal itu menjadi tindak lanjut kunjungan Bupati Asip ke Belanda untuk mengupayakan kerjasama dalam penanganan banjir rob.

Rabu (19/4) tim ahli dari Rotterdam University of Applied Sciences Belanda melakukan penandatangan MoU, untuk penelitian dan pengkajian penanganan rob di Kabupaten Pekalongan. Juga memberikan masukan dan saran dalam penanganan banjir rob di Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan dalam suasana duka karena ibundanya baru meninggal beberapa hari lalu, dirinya belum berkenan untuk meninggalkan rumah duka, dan melakukan kegiatan dinas seperti biasanya.

Untuk itu semua tamu kedinasan untuk sementara, datang ke rumahnya. Sehingga semua pekerjaan yang harus ditangani Bupati berjalan sesuai harapan, dan tidak menganggu jalannya rutinitas sebagai Bupati.

”Walaupun masih dalam suasana duka seperti ini, saya mencoba untuk bisa menyelesaikan urusan kedinasan semampu saya, di rumah saya, bukan di kantor atau rumah dinas. Karena saat suasana seperti ini saya tidak berani keluar dari rumah dulu,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan kerjasama dengan tim dari Belanda itu merupakan tindak lanjut dari langkah penanganan rob yang selama ini telah dilakukan. Termasuk kunjungannya ke Belanda beberapa waktu lalu. Sebagai lanjutan, tim dari Belanda datang untuk melakukan langkah-langkah penanganan banjir rob, seperti apa yang sudah dibicarakan dan disepakati ketika di Belanda. “MoU dengan tim ahli dari Rotterdam sudah kita lakukan, maka saya harap segera menindaklanjutinya di lapangan,” katanya.

Peneliti dari Rotterdam University of Applied Sciences, Jonathan Lekkerkerk, menjelaskan timnya sudah melakukan penandatanganan MoU dengan Bupati Pekalongan, untuk penanganan banjir rob yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya kerja sama tersebut untuk mencarikan solusi, terhadap permasalahan rob yang terjadi selama ini. Pihaknya sudah mulai terjun ke lapangan untuk melakukan pemetaan, kemudian pencarian titik masalah, dilanjutkan penyampaian kesimpulan tentang penanganannya.

”Kami akan melakukan pemetaan dengan turun langsung ke lokasi, yang menjadi titik permasalahan, kemudian nanti secara berkelanjutan akan memberikan langkah-langkah penanganan rob,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Delta Center on Climate Change Universitas Sultan Agung Semarang, Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA,  selaku pendamping tim dari Belanda menegaskan bahwa ada beberapa solusi, dari hasil pemetaan sementara rob di Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya hasil dari penelitian dari Rotterdam University of Applied Sciences, diharapkan bisa mengatasi permasalahan banjir rob yang ada di Kabupaten Pekalongan, khususnya 4 desa di Kecamatan Tirto yang kondisinya sangat memprihatinkan.

”Solusi untuk penanganggulangan rob diantaranya, melakukan pembuatan polder, kemudian menormalisasi aliran air, dan pembuatan tanggul. Dan sekarang sudah mulai digarap tanggul melintang. Ini upaya bagus sekali dan diharapkan masalah rob di Kabupaten Pekalongan dapat segera tertangani dengan baik,” tegas Imam. (thd/ric)

Tinggalkan Komentar: